Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin berperan dalam mendukung transformasi dunia kerja modern. ( Steve A Johnson / Unsplash.com)
Airlangga mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan AI dan infrastruktur digital di kawasan. Jumlah pengguna internet Indonesia pada 2026 telah mencapai 235 juta orang atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81 persen.
Indonesia memiliki potensi signifikan untuk pengembangan dan penerapan teknologi AI. Untuk menangkap peluang tersebut, pemerintah tengah mengembangkan National AI Roadmap yang akan menjadi acuan pengembangan ekosistem AI nasional, mencakup investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, riset dan inovasi, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Penguatan ekosistem digital ini didukung infrastruktur yang memadai, di mana Indonesia saat ini telah mengoperasikan 182 pusat data, dengan konsentrasi terbesar di Jakarta (94) dan Batam (16). Pertumbuhan layanan komputasi awan dan AI, diproyeksikan akan terus mendongkrak permintaan kapasitas pusat data nasional, yang pada gilirannya akan membuka peluang investasi yang semakin besar.
Airlangga memastikan kesiapan Indonesia dalam mendukung kesuksesan jangka panjang WAICO dengan memaksimalkan kekuatan pasar, sumber daya strategis, dan inovasi kebijakan.
"Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara," tuturnya.