Airlangga Bertemu Menlu China Ajak Investasi Proyek PLTS 100 GW

- Airlangga Hartarto mengusulkan agar Indonesia menempati posisi penting di sekretariat WAICO, sejalan dengan peran sebagai negara pendiri dan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat tata kelola AI global.
- Dalam pertemuan dengan Wang Yi, Airlangga mendorong percepatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke China serta menawarkan kerja sama pengembangan kawasan industri dan ekonomi digital melalui skema TCTP.
- Airlangga membahas peluang investasi hijau termasuk proyek PLTS 100 GW dan ekosistem baterai di Morowali, serta mendukung keketuaan China pada APEC 2026 dengan rencana pertemuan bilateral Prabowo–Xi Jinping.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mengusulkan agar Indonesia menempati salah satu posisi penting dalam sekretariat Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO), menyusul keterlibatan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri organisasi tersebut.
Usulan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Shanghai, Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Airlangga untuk menghadiri penandatanganan deklarasi pendirian WAICO.
Selain membahas tata kelola akal imitasi atau kecerdasan artifisial (AI) global, kedua pihak juga membicarakan penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-China, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pengembangan industri hijau berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Dalam pertemuan itu, Wang Yi juga menyampaikan apresiasi Presiden China Xi Jinping kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan Indonesia bergabung sebagai negara pendiri WAICO.
1. RI usulkan posisi strategis di WAICO
Airlangga mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai founding member WAICO merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang mendukung pembentukan organisasi tersebut.
Menurut Airlangga, Indonesia berharap WAICO dapat menjadi wadah yang mendorong tata kelola AI global yang lebih inklusif dengan mengedepankan pemerataan manfaat pembangunan, pendekatan yang berpusat pada manusia, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, serta sejalan dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan status Indonesia sebagai salah satu negara pendiri, Airlangga mengusulkan kepada Wang Yi agar Indonesia memperoleh peran strategis dalam struktur organisasi WAICO.
“Dengan posisi strategis Indonesia dalam WAICO sebagai salah satu founding country, Indonesia diusulkan untuk dapat dipertimbangkan mendapatkan salah satu posisi penting pada kelembagaan sekretariat WAICO,” demikian keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sementara itu, melalui Wang Yi, Presiden Xi Jinping menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan Indonesia menjadi salah satu negara pendiri organisasi tersebut.
2. Airlangga dorong akses pasar produk Indonesia ke China
Selain isu AI, Airlangga juga menekankan pentingnya mempercepat akses pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia ke China. Menurutnya, sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara melalui pengurangan berbagai hambatan perdagangan dan penguatan rantai pasok.
Dalam sektor investasi, Airlangga kembali menawarkan penguatan kerja sama pengembangan kawasan ekonomi dan kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Pemerintah juga mengundang perusahaan-perusahaan China untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri manufaktur berteknologi maju serta ekonomi digital yang terintegrasi di Indonesia.
3. Bahas investasi hijau hingga APEC 2026

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga turut membahas peluang kerja sama investasi hijau antara Indonesia dan China. Ia mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi percepatan pengembangan proyek PLTS berkapasitas 100 GW beserta sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS), termasuk pembangunan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.
Di bidang kerja sama kawasan, Airlangga juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan China pada forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026 yang akan digelar di Shenzhen. Indonesia juga mengusulkan agar pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping dapat dilaksanakan di sela-sela rangkaian APEC 2026, disertai penyelenggaraan business summit sebagai upaya memperkuat kerja sama pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.
Menutup pertemuan, Airlangga menyampaikan kesiapan pemerintah Indonesia untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah China, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha China yang berinvestasi di Indonesia.









![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Kaya Raya? Cari Tahu di Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240715/austin-distel-vvacrva56fc-unsplash-da57c56c5776d1a35ab60d3b63cfcb1b.jpg)



![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)







