Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Amazon Amankan Pasokan Tembaga dari Rio Tinto untuk Data Center AI

Amazon Amankan Pasokan Tembaga dari Rio Tinto untuk Data Center AI
AWS (commons.m.wikimedia.org/Tony Webster)
Intinya sih...
  • Rio Tinto dan Amazon Web Services (AWS) sepakat pasok tembaga katoda dari tambang Johnson Camp di Arizona, AS.
  • Estimasi total pasokan mencapai sekitar 14 ribu ton metrik selama empat tahun.
  • Teknologi Nuton memungkinkan ekstraksi tembaga dengan pengurangan emisi karbon signifikan serta penggunaan air yang lebih efisien.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan pertambangan global Rio Tinto mengumumkan kesepakatan pasokan tembaga dari tambang miliknya di Arizona, Amerika Serikat (AS), kepada Amazon. Tembaga tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan operasional pusat data akan imitasi (AI) milik raksasa teknologi itu.

Kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya permintaan industri AI terhadap tembaga, yang menjadi komponen penting untuk pembuatan kabel, papan sirkuit, serta perangkat elektronik lainnya. Langkah tersebut juga menegaskan posisi Rio Tinto sebagai salah satu pemasok utama logam penting bagi infrastruktur digital global yang tengah berkembang pesat.

Table of Content

1. Rio Tinto dan AWS teken kontrak pasok tembaga berteknologi rendah emisi

1. Rio Tinto dan AWS teken kontrak pasok tembaga berteknologi rendah emisi

Rio Tinto menandatangani perjanjian dua tahun dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memasok tembaga katoda dari tambang Johnson Camp di Arizona, AS. Tambang tersebut dioperasikan oleh Gunnison Copper dan menggunakan teknologi bioleaching Nuton milik Rio Tinto. Johnson Camp menjadi salah satu sumber produksi tembaga baru pertama di AS dalam lebih dari satu dekade, setelah kembali beroperasi pada tahun lalu.

Menurut Rio Tinto, tembaga yang dipasok dari tambang ini akan digunakan oleh pembuat komponen untuk pusat data AWS, dengan estimasi total pasokan mencapai sekitar 14 ribu ton metrik selama empat tahun. Selain itu, AWS juga akan memberikan dukungan komputasi awan dan analitik data guna membantu mengoptimalkan proses produksi menggunakan teknologi Nuton.

"Bukan hanya karena kami kini bisa mengolah bijih yang sebelumnya tidak layak secara ekonomi, tetapi juga karena kami melakukannya dengan emisi karbon lebih rendah dan penggunaan air yang lebih efisien," ujar Katie Jackson, CEO bisnis tembaga Rio Tinto, dilansir The Wall Street Journal.

Teknologi Nuton memungkinkan ekstraksi tembaga dari bijih berkadar rendah dengan pengurangan emisi karbon signifikan serta penggunaan air sekitar 55 persen lebih hemat dibandingkan rata-rata standar industri global.

2. Lonjakan permintaan tembaga dipicu ekspansi pusat data AI global

Permintaan tembaga global diperkirakan meningkat hingga 50 persen pada 2040, didorong oleh ekspansi pusat data AI di seluruh dunia. Namun, pertumbuhan pasokan dinilai berpotensi tertinggal, sehingga memicu persaingan ketat antar perusahaan tambang dan industri teknologi.

Satu pusat data berskala besar membutuhkan ribuan hingga puluhan ribu ton tembaga untuk membangun kabel listrik, transformator, busbar, dan sistem pendingin prosesor. Meski demikian, pasokan dari proyek Nuton di Arizona oleh Rio Tinto hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan satu pusat data besar, menggambarkan besarnya skala permintaan infrastruktur AI global.

Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) telah melonjak sekitar 40 persen dalam setahun terakhir, melampaui 13 ribu dolar AS (Rp219,2 juta) per ton metrik seiring meningkatnya kebutuhan material konduktor tersebut dalam industri digital dan energi.

"Kami bekerja pada tingkat komoditas untuk menemukan solusi rendah karbon yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis kami. Itu mencakup baja, beton, dan tentu saja tembaga yang sangat penting bagi pusat data kami," kata Chris Roe, direktur karbon global Amazon, dilansir Bloomberg.

Tembaga memiliki peran krusial karena konduktivitas listriknya yang tinggi, menjadikannya material utama dalam jaringan listrik, kendaraan listrik, dan transisi energi global menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

3. Teknologi Nuton kurangi emisi dan perkuat rantai pasok tembaga untuk pusat data AS

Teknologi Nuton milik Rio Tinto menghilangkan kebutuhan akan konsentrator, peleburan, dan pemurnian tradisional, sehingga mampu memperpendek rantai pasok serta menurunkan intensitas karbon dan penggunaan air. Tambang Johnson Camp di Arizona memiliki kapasitas produksi hingga 25 juta pon tembaga katoda per tahun dan diperkirakan dapat beroperasi selama 15 hingga 20 tahun.

Kolaborasi antara Rio Tinto, Gunnison Copper, dan AWS ini memperkuat rantai pasok tembaga domestik buatan AS untuk mendukung infrastruktur modern dan pusat data. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Amazon dalam mengurangi jejak karbon di seluruh rantai pasoknya.

“Penggunaan tembaga pertama hasil teknologi Nuton dari tambang Johnson Camp di pusat data AWS merupakan pencapaian penting yang menunjukkan kemampuan teknologi inovatif ini dalam menghasilkan tembaga berkarbon rendah yang diproduksi dan digunakan di dalam negeri,” sebut Stephen Twyerould, CEO Gunnison Copper.​

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Urai PMK 113/2025: Apa yang Berubah dari Aturan Restitusi Cukai Lama?

16 Jan 2026, 15:58 WIBBusiness