Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenaikan 1 Dolar AS Minyak Bikin RI Tambah Belanja Rp10,3 T di APBN

Kenaikan 1 Dolar AS Minyak Bikin RI Tambah Belanja Rp10,3 T di APBN
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Israel-Iran berpotensi menekan ekonomi Indonesia karena setiap kenaikan 1 dolar AS ICP menambah belanja APBN sekitar Rp10,3 triliun.
  • Pemerintah memperkirakan defisit sekitar Rp6,7 triliun per kenaikan 1 dolar AS ICP setelah dikurangi tambahan penerimaan PNBP SDA Migas sebesar Rp3,6 triliun.
  • Kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi, pengetatan kebijakan moneter, perlambatan ekonomi, serta pelebaran defisit APBN akibat meningkatnya subsidi energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kenaikan harga minyak mentah dunia bisa menjadi dampak paling memukul ekonomi Indonesia imbas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sekretaris Kemenko bidang Perekonominan (Sesmenko), Susiwijono Moegiarso pun menyoroti secara serius kemungkinan terjadinya hal tersebut.

Menurut pria yang karib disapa Susi tersebut, hal paling berpengaruh imbas serangan AS-Israel ke Iran adalah gangguan rantai pasok global, terlebih Iran mengancam akan benar-benar menutup Selat Hormuz. Jika itu terjadi maka kenaikan harga minyak tidak bisa dihindari lagi dan akan berdampak langsung ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Harga minyak ini sensitivitasnya ke anggaran kita cukup tinggi karena APBN kita setiap kenaikan 1 dolar AS ICP, itu dari sisi belanja kita harus nambah Rp10,3 triliun. Rp10,3 triliun belanjanya karena ada subsidi, kompensasi energi," ujar Susi dalam UOB Media Editors Circle 2026 di Jakarta, Senin (2/3/2026).

1. Ada defisit Rp6,7 triliun tiap kenaikan 1 dolar AS ICP

Kenaikan 1 Dolar AS Minyak Bikin RI Tambah Belanja Rp10,3 T di APBN
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski begitu, Susi menjelaskan, Indonesia juga akan mendapatkan penerimaan Rp3,6 triliun per kenaikan 1 dolar AS ICP dari PNBP SDA Migas. Dengan begitu, ada defisit yang ditanggung pemerintah sekitar Rp6,7 triliun tiap kenaikan 1 dola AS ICP.

"Jadi defisit sekitar 6,7 triliun setiap kenaikan 1 dolar. Nah, ini yang agak sensitif. Pemerintah masih akan terus memonitor perkembangan ini dan kalau rantai pasok global logistik nanti terganggu, seperti waktu perang Ukraine dulu, pasti akan seluruh komoditas global akan terpengaruh sehingga akan terjadi kenaikan," tutur Susi.

2. Rentetan dampak lainnya terhadap perekonomian RI

Kenaikan 1 Dolar AS Minyak Bikin RI Tambah Belanja Rp10,3 T di APBN
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Jika itu semua terjadi maka ujung-ujungnya tekanan inflasi yang akan meningkatkan harga bukan hanya energi, melainkan juga bahan baku industri dalam negeri yang sebagian besar impor.

"Kalau udah inflasi meningkat nanti bisa jadi untuk ngerem inflasi biasanya otoritas moneter menggunakan disturbance suku bunga dan sebagainya sehingga pengetatan kebijakan moneter dan akan berpotensi ke perlambatan ekonomi dan para investor pasti akan melirik safe haven pasti emas akan naik, obligasi pemerintah dan sebagainya sehingga akan menekan pasar saham dan sebagainya," tutur Susi.

3. Defisit APBN makin lebar imbas kenaikan harga BBM

Kenaikan 1 Dolar AS Minyak Bikin RI Tambah Belanja Rp10,3 T di APBN
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Center of Economic Law and Studies (Celios) mengungkapkan sejumlah dampak ekonomi perang AS versus Iran yang mampu mempengaruhi hajat hidup jutaan warga negara Indonesia (WNI). Pertama, dampak terhadap harga bahan bakar minyak (BBM). Celios memprediksi perang bisa menimbulkan risiko naiknya harga BBM.

Untuk diketahui, harga minyak mentah jenis Brent telah mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen sejak awal 2026 menjadi 72,8 dolar AS per barel. Sementara skenario terburuk yang bisa terjadi adalah harga minyak mentah tersebut bisa mencapai 100-120 dolar AS per barel.

Jika itu terjadi, maka defisit APBN bisa semakin melebar mengingat Indonesia masih amat tergantung energi fosil dan subsidi energi semakin berat ketika konflik produsen minyak terjadi.

"Subsisi energi di APBN 2026 memakai asumsi 70 dolar AS per barel. Di atas itu, apa kabar harga Pertamax dan Pertalite?" tulis Celios dikutip dari akun Instagram resminya, Senin (2/3/2026).

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More