Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sektor Manufaktur Kunci Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah

Sektor Manufaktur Kunci Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah
ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • UOB Indonesia menilai sektor manufaktur berperan vital dalam mendorong ekonomi nasional dan menjadi kunci untuk memperkuat daya beli masyarakat kelas menengah yang kini tertekan.
  • Enrico Tanuwidjaja menekankan pentingnya peningkatan sisi permintaan serta pemulihan kepercayaan konsumsi agar sektor manufaktur kembali menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Data UOB menunjukkan jumlah kelas menengah turun dari 57,3 juta pada 2021 menjadi 46,7 juta pada 2025, padahal kontribusi konsumsi mereka mencapai lebih dari 80 persen terhadap ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mengungkapkan, sektor manufaktur memegang peranan penting untuk mendorong ekonomi Indonesia.

Menurut ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja, di tengah kondisi masyarakat kelas menengah yang mengalami himpitan dari segala arah, membuka sektor manufaktur menjadi hal yang krusial.

"Membuka padat karya di manufaktur, itu kuncinya," kata Enrico dalam UOB Media Editors Circle How the Middle Class Thrives in Economics Volatility, Senin (2/3/2026).

1. Peningkatan sisi permintaan

Sektor Manufaktur Kunci Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah
ilustrasi manufaktur (pexels.com/Kateryna Babaieva)

Enrico pun menambahkan, pemerintah saat ini perlu meningkatkan sisi permintaan dibandingkan pasokan dari sektor manufaktur.

"Problem di Indonesia dan di seantero dunia adalah demand side. Confidence untuk berkonsumsi karena pada saat ini yang karya-karya itu sudah mulai tergerus," ujar Enrico.

Enrico menegaskan, krisis kepercayaan itu yang kemudian membuat permintaan menurun di kelas menengah.

"Kita harus mengembalikan sektor manufaktur karena itu adalah tulang punggung suatu negara, termasuk di Indonesia," katanya.

2. Peningkatan daya beli kelas menengah

Sektor Manufaktur Kunci Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah
Ilustrasi masyarakat kelas menengah (Pixabay)

Enrico menjelaskan, perkembangan di sektor manufaktur juga dipercaya dapat mengembalikan daya beli masyarakat kelas menengah.

"Jadi penting sekali mereka menyerap tenaga kerja, mereka juga meningkatkan daya beli, dan pada akhirnya pertumbuhan (ekonomi) kita lebih tinggi, berkualitas, dan berkesinambungan," ujar dia.

Lebih lanjut Enrico mengungkapkan, sektor manufaktur yang dapat menarik modal asing saat ini didominasi oleh sektor transportasi, pergudangan, logistik, hingga pertanian.

"Itu menurut saya lagi hot, itu menurut saya perlu terus ditekankan," kata Enrico.

3. Jumlah masyarakat kelas menengah terus turun

Sektor Manufaktur Kunci Tingkatkan Daya Beli Kelas Menengah
Deposit, Wealth Management and Training Head UOB Indonesia Emillya Soesanto (IDN Times/Pitoko)

Pada momen yang sama, Deposit, Wealth Management and Training Head, UOB Indonesia Emillya Soesanto menjelaskan, jumlah kelas menengah di Indonesia terus merosot dari waktu ke waktu. Jumlah kelas menengah di Indonesia pernah mencapai 57,3 juta atau sekitar 21,5 persen pada 2021 atau pada saat pandemik COVID-19.

Jumlah kelas menengah terus merosot menjadi 47,9 juta atau 17,1 persen pada 2024. Sementara tahun lalu, kelas menengah di Indonesia kian susut menjadi 46,7 juta atau sebanyak 16,6 persen pada 2025.

"Kontribusi dari kelas menengah ini sangat besar, termasuk dari sisi konsumsi. Kalau kita lihat, kontribusinya itu 81,5 persen terhadap total ekonomi Indonesia," kata Emillya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More