TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Survei: Shopee Jadi E-Commerce Favorit Masyarakat Indonesia

Brand awareness Shopee capai 90 persen

Logo Shopee (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Jakarta, IDN Times – BOI Research merilis sebuah laporan mengenai penelitian tentang perilaku belanja daring masyarakat Indonesia. Berdasarkan penelitian perusahaan riset indenpenden tersebut, Shopee menjadi e-commerce favorit masyarakat dalam setahun terakhir.

Survei nasional yang dilakukan mulai 24 Juni - 17 Juli 2022 ini diikuti sebanyak 587 responden berusia18 - 44 tahun dari seluruh Indonesia. Sebanyak 3 dari 5 masyarakat Indonesia menganggap Shopee sebagai e-commerce favorit mereka.

Baca Juga: E-commerce, Solusi Menarik Pemulihan Ekonomi Milenial dan Gen Z 

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar Shopee Affiliates, Bisa Dapat Uang Tambahan! 

1. Shopee merupakan e-commerce paling terkenal

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (kanan) dan Head of Government Affairs Shopee Indonesia, Ade Mulya pada peresmian Kampus UMKM Shopee Makassar. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap masyarakat perkotaan dan pedesaan, Shopee menjadi platform e-commerce terbesar di Indonesia saat ini dan paling dikenal oleh seluruh kalangan usia.

Terlebih, sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama perempuan, menganggap Shopee sebagai tempat favorit untuk berbelanja online. Bila dibandingkan dengan pesaingnya, seperti Lazada dan Tokopedia, brand awareness Shopee mencapai 90 persen. Sementara, brand awareness Lazada dan Tokopedia masing-masing hanya sebesar 66 persen dan 64 persen.

Baca Juga: 38 Persen Konsumen E-Commerce Gunakan Paylater dalam Setahun Terakhir

2. Kampanye iklan jadi pendorong utama pertumbuhan Shopee

Shopee menghadirkan semangat baru bagi pengusaha lokal melalui pembaruan logo, tampilan, dan fitur Shopee Pilih Lokal. (Dok. Shopee)

Menurut salah seorang pengamat, keunggulan Shopee diduga disebabkan banyaknya kampanye iklan di area pedesaan dan segmen menengah ke bawah.

”Shopee menang karena ada di area rural. Mereka banyak mengiklankan ke segmen menengah ke bawah. Mereka juga mengambil merchant/penjual dari segmen industri rumah tangga,” ucap salah satu pengamat e-commerce.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya