TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kantongi US$1,14 Miliar, Tesla Cetak Laba 10 Kali Lipat

Laba Tesla memecahkan rekor perusahaan di kuartal II 2021

Tesla. (https://pixabay.com/users/Blomst)

Jakarta, IDN Times – Tesla melaporkan pendapatan kuartal II 2021 yang mencengangkan setelah penutupan perdagangan Senin (26/7/2021). Menurut data Refinitiv, laba bersih per saham nya adalah sebesar 1,45 dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan perkiraan 98 sen per saham yang disesuaikan (adjusted).

Sementara itu, pendapatannya adalah sebesar 11,96 miliar dolar AS dibandingkan perkiraan sebesar 11,30 miliar.

Baca Juga: Tesla Death Ray: Sejarah di Balik Penemuan Berbahaya Milik Tesla

1. Laba melonjak 10 kali lipat

Ilustrasi mobil listrik Tesla (www.tesla.com)

Tesla melaporkan laba bersih 1,14 miliar dolar AS (GAAP) untuk kuartal tersebut. Ini pertama kalinya laba melampaui 1 miliar dolar AS. Pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, laba bersih hanya mencapai 104 juta dolar AS.

Pendapatan otomotif secara keseluruhan mencapai 10,21 miliar dolar AS, di mana hanya 354 juta atau sekitar 3,5 persen, berasal dari penjualan kredit regulasi. Sementara itu, margin kotor otomotif mencapai 28,4 persen, lebih tinggi dibandingkan empat kuartal terakhir.

Baca Juga: Sri Mulyani Soroti Kasus Jeff Bezos-Elon Musk Ketahuan Mangkir Pajak

2. Tesla juga catatkan keuntungan dari bisnis energinya

CEO Tesla Elon Musk. Foto diambil dari media sosial. instagram.com/elonmusk

Tesla telah melaporkan pengiriman (perkiraan terdekat perusahaan untuk penjualannya) 201.250 kendaraan listrik, dan produksi total 206.421 kendaraan selama kuartal II.

Perusahaan juga melaporkan pendapatan 801 juta dolar AS dari bisnis energinya, termasuk fotovoltaik surya dan sistem penyimpanan energi untuk rumah, bisnis dan utilitas. Angka itu berarti meningkat lebih dari 60 persen dari kuartal terakhir.

Tesla tidak mengungkapkan berapa banyak unit penyimpanan energi yang dijualnya setiap kuartal, namun dalam beberapa minggu terakhir CEO Elon Musk mengatakan bahwa perusahaan hanya akan mampu menghasilkan 30 ribu hingga 35 ribu unit selama kuartal saat ini, akibat adanya masalah kekurangan chip.

Baca Juga: Maaf ya! Elon Musk Tak Lagi Terima Bitcoin untuk Beli Tesla

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya