Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antam Raih Dua Penghargaan Lewat Inovasi Pengelolaan Likudiitas

3 min read
Antam Raih Dua Penghargaan Lewat Inovasi Pengelolaan Likudiitas
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meraih dua penghargaan dalam ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 di Bangkok, Thailand, melalui inovasi pengelolaan likuiditas perusahaan. (Dol/Istimewa).
  • Antam meraih dua penghargaan di IQPC 2026 Bangkok berkat CMSysNP, inovasi yang mengintegrasikan pengelolaan likuiditas sembilan entitas grup secara virtual.
  • Sistem notional pooling memungkinkan surplus kas satu entitas diperhitungkan untuk kebutuhan pendanaan entitas lain tanpa perpindahan dana fisik, sehingga pengelolaan modal kerja lebih efisien.
  • CMSysNP dikembangkan bersama BNI dan BRI untuk mengatasi pengelolaan kas terpisah, sekaligus meningkatkan visibilitas, pengendalian, dan tata kelola kas Antam Group.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam meraih dua penghargaan dalam ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 di Bangkok, Thailand, melalui inovasi pengelolaan likuiditas perusahaan.

Dalam ajang tersebut, Antam membawa inovasi bertajuk Transforming ANTAM Group’s Liquidity Management: Achieving 100 persen Liquidity Synergy, From 0 to 9 Entities through CMSysNP (Cash Management System Notional Pooling).

Inovasi tersebut memanfaatkan Cash Management System Notional Pooling (CMSysNP) untuk mengelola posisi kas ANTAM dan entitas dalam grup secara terintegrasi melalui konsolidasi saldo secara virtual.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan inovasi dalam pengelolaan keuangan menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah bisnis.

“Melalui SS Solutiva, Antam menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari sisi operasional pertambangan, tetapi juga dari pengelolaan keuangan. CMSysNP mengubah likuiditas yang sebelumnya tersebar di berbagai entitas menjadi kekuatan finansial bersama,” ujar Untung..

  1. 1. Kebutuhan likuiditas antarentitas dapat dikelola tanpa melakukan perpindahan dana fisik

    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Ia menambahkan, penerapan sistem tersebut memungkinkan kebutuhan pendanaan dikelola secara lebih efisien dan terukur dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan.

    Dengan skema ini, kebutuhan likuiditas antarentitas dapat dikelola tanpa harus melakukan perpindahan dana secara fisik. Surplus kas pada satu entitas dapat diperhitungkan dalam pengelolaan kebutuhan pendanaan entitas lain dalam grup.

  2. 2. CMSysNP jadi bagian dari transformasi pengelolaan pendanaan perusahaan

    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan CMSysNP menjadi bagian dari transformasi pengelolaan pendanaan perusahaan.

    “CMSysNP kami bangun bukan sekadar untuk mengoptimalkan posisi kas, tetapi untuk mengubah cara ANTAM mengelola kebutuhan pendanaan modal kerja. Dengan menghubungkan surplus likuiditas dan kebutuhan pendanaan di dalam grup, kami dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia secara lebih optimal,” ujar Arini.

    Menurut dia, penerapan sistem tersebut juga memperkuat peran fungsi keuangan dalam mendukung kebutuhan bisnis Antam. Selain efisiensi, CMSysNP meningkatkan visibilitas dan tata kelola kas di lingkungan ANTAM Group. Implementasinya didukung mekanisme pengendalian serta Standard Operating Procedure (SOP) agar pengelolaan likuiditas berjalan secara terukur dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan.

  3. 3. Inovasi berangkat dari kebutuhan mengintegrasikan pengelolaan pendanaan

    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Pengembangan CMSysNP dilakukan Antam bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan Antam untuk mengintegrasikan pengelolaan pendanaan seiring dengan meningkatnya kebutuhan modal kerja perusahaan.

    Sebelum CMSysNP diterapkan, posisi kas Antam dan entitas dalam grup dikelola secara terpisah. Kondisi itu menyebabkan terdapat entitas dengan surplus likuiditas, sementara entitas lain membutuhkan pendanaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional.

    Melalui skema notional pooling, Antam kemudian mengembangkan ekosistem pendanaan internal dengan mengoptimalkan likuiditas yang tersedia di dalam grup.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More