Antisipasi Tantangan Industri Perbankan, BTN Operasikan Ecopark Dago

- BTN meresmikan BTN Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas SDM dan layanan, sekaligus membuka tiga kantor cabang baru di Jakarta.
- Fasilitas pelatihan dan cabang modern berkonsep smart building ini dirancang untuk memperkuat kapabilitas internal serta efisiensi pelayanan nasabah di tengah persaingan industri perbankan.
- Sejak 1976 hingga awal April 2026, BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 6 juta unit senilai Rp530 triliun sebagai kontribusi terhadap akses hunian dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan pusat pembelajaran BTN Ecopark Dago dan tiga kantor cabang baru pada Jumat (10/4/2026).
Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan aset fisik perusahaan yang dibarengi dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta layanan. Penambahan fasilitas tersebut bertujuan untuk memperkuat kapabilitas internal sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.
Gedung Ecopark Dago sendiri difungsikan sebagai lokasi pelatihan terintegrasi bagi karyawan dengan konsep bangunan ramah lingkungan (green building). Fasilitas tersebut diharapkan mampu mencetak SDM yang adaptif terhadap tantangan industri perbankan.
"Ini merupakan investasi strategis untuk memperkuat kualitas BTNers sekaligus mendorong service excellence," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Table of Content
1. Penambahan kantor cabang baru di Jakarta

Selain pusat pelatihan, BTN membuka tiga kantor cabang di wilayah Kelapa Gading Square, Kebon Jeruk, dan Pondok Indah. Kantor-kantor tersebut menggunakan konsep cabang modern dengan sistem smart building dan layanan digital.
Penggunaan konsep tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelayanan bagi nasabah. Pembukaan cabang-cabang baru tersebut juga merupakan langkah perusahaan dalam menambah titik layanan di area strategis Jakarta.
2. Dorong pengembangan SDM dan pelayanan

Nixon menyatakan, perkembangan bisnis BTN ke depan bergantung pada kualitas tenaga kerja dan standar layanan. Saat ini, perusahaan memprioritaskan penguatan pada kedua bidang tersebut.
Manajemen memproyeksikan peningkatan kompetensi karyawan dan kualitas pelayanan akan mendukung operasional bisnis dalam jangka panjang. Upaya itu juga dilakukan sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan persaingan di industri perbankan.
"Dengan SDM yang unggul dan layanan yang semakin baik, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang," tegasnya.
3. BTN sudah salurkan pembiayaan 6 juta unit KPR

Nixon memaparkan BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit sejak tahun 1976 hingga awal April 2026. Total nilai pembiayaan tersebut mencapai Rp530 triliun.
Capaian itu diklaim sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam memperluas akses hunian di Indonesia. Ke depan, BTN berencana memperkuat transformasi menuju beyond mortgage. Strategi tersebut diarahkan agar perusahaan tidak hanya fokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga layanan keuangan keluarga yang menyeluruh, termasuk inovasi pembiayaan bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah.
“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Jumlah 6 juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan," kata dia.


















