Apa Itu London Metal Exchange yang Tentukan Harga Nikel-Emas Dunia?

- LME adalah bursa komoditas global yang menetapkan harga acuan logam seperti nikel, emas, dan tembaga melalui sistem perdagangan open outcry serta platform elektronik modern.
- Berdiri sejak abad ke-16, LME berkembang dari tradisi perdagangan logam di London hingga akhirnya diakuisisi oleh Hong Kong Exchanges and Clearing pada tahun 2012.
- Perdagangan di LME kini dilakukan lewat tiga jalur—open outcry, platform elektronik LMEselect, dan telepon—namun tren global menunjukkan pergeseran menuju sistem elektronik penuh.
Jakarta, IDN Times - London Metal Exchange (LME) merupakan bursa komoditas global yang berfokus pada perdagangan kontrak berjangka (futures) dan opsi untuk berbagai logam dasar, seperti aluminium, tembaga, seng, timbal, dan nikel, serta logam mulia seperti emas dan perak.
LME memiliki peran penting dalam pembentukan harga acuan global untuk komoditas tersebut. Dalam operasionalnya, LME menggabungkan sistem perdagangan tradisional open outcry dengan platform elektronik modern, yang membuatnya tetap menjadi salah satu pasar logam utama di dunia.
1. Cara kerja LME

Dilansir Investopedia, LME termasuk salah satu pasar komoditas terbesar yang memperdagangkan opsi dan kontrak berjangka logam. Bursa ini juga mencatat kontrak berjangka yang terkait dengan London Metal Exchange Index (LMEX), yaitu indeks yang digunakan untuk mengikuti pergerakan harga logam yang diperdagangkan di dalamnya.
Kontrak futures dan opsi di LME dibuat dengan standar tertentu, baik dari sisi tanggal kedaluwarsa maupun ukuran kontraknya. Tanggal kedaluwarsa disusun dalam beberapa pilihan, mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan, sehingga pelaku pasar dapat menyesuaikan strategi perdagangan mereka. Sementara itu, ukuran kontrak atau lot bervariasi dari 1 hingga 65 ton metrik, tergantung jenis logam yang diperdagangkan.
Pelaku pasar di LME umumnya terdiri dari pihak yang melakukan lindung nilai atau hedging, serta pihak yang mengambil posisi untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga. Pelaku hedging biasanya berasal dari produsen atau konsumen yang ingin mengantisipasi risiko perubahan harga di masa depan, sedangkan trader dan spekulan memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek melalui kontrak futures maupun opsi.
2. Sejarah LME

Sejarah LME dapat ditelusuri hingga 1571 ketika Royal Exchange di London mulai menjadi tempat berkumpulnya pedagang logam dan berbagai komoditas lainnya. Seiring berkembangnya Inggris sebagai salah satu eksportir utama logam, semakin banyak pedagang dari Eropa yang ikut terlibat dalam aktivitas perdagangan tersebut.
Tradisi “ring” yang menjadi ciri khas LME disebut bermula pada awal abad ke-18 di Jerusalem Coffee House. Pada masa itu, seorang pedagang yang ingin menjual logam akan menandai area berbentuk lingkaran di lantai, kemudian membuka penawaran kepada para pelaku pasar yang berkumpul di sekitarnya untuk melakukan transaksi.
Pada 2012, LME resmi diakuisisi oleh Hong Kong Exchanges and Clearing. Konsolidasi antar bursa global seperti ini umum terjadi untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing. Sebelumnya, CME Group juga melakukan akuisisi terhadap New York Mercantile Exchange (NYMEX) pada 2008, yang kemudian telah bergabung lebih dulu dengan Comex pada 1994.
3. Metode perdagangan logam di LME

Perdagangan logam di LME dilakukan melalui tiga cara, yaitu sistem open outcry, platform elektronik LME Select, serta jaringan telepon. Namun, seiring perkembangan teknologi, perdagangan komoditas global semakin bergeser ke sistem elektronik dan meninggalkan model tatap muka di lantai perdagangan.
Pada 2016, CME Group menutup lantai perdagangan NYMEX yang sebelumnya menjadi salah satu pusat perdagangan fisik terakhir. Sebelum itu, CME juga telah menutup lantai perdagangan di Chicago pada 2015, mengakhiri tradisi perdagangan langsung yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.
Saat ini, belum ada kepastian mengenai keberlanjutan sistem open outcry di LME. Bursa ini masih menjadi satu-satunya bursa komoditas fisik yang tersisa di Eropa, namun tren perdagangan elektronik yang terus berkembang dinilai tidak lagi mendukung sistem perdagangan tradisional tersebut.
4. Contoh perdagangan di LME

Investor yang ingin bertransaksi di LME dapat memilih tiga jalur, yaitu melalui platform elektronik LMEselect, melalui sistem ring, atau melalui pasar telepon yang beroperasi 24 jam. Seluruh transaksi harus dilakukan melalui anggota resmi LME, dengan informasi keanggotaan yang tersedia di situs resmi bursa.
Setelah menentukan jalur perdagangan dan memilih anggota broker, langkah berikutnya adalah menentukan jenis kontrak serta logam yang akan diperdagangkan. LME menyediakan beberapa jenis kontrak untuk 14 jenis logam dasar, antara lain futures, options, TAPOs, Monthly Average Futures, LMEminis, Trade at Settlement, dan HKEX London Minis.
Setelah semua pilihan tersebut ditentukan, proses perdagangan dapat dilakukan melalui akun broker yang telah terhubung dengan sistem LME.



![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)


![[QUIZ] Cek Zodiakmu, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untuk Kamu!](https://image.idntimes.com/post/20230210/zodiac-02c01cab326be6a77257b52b6b3668d8.jpg)











