Hashim Jamin Stok Minyak RI Aman Usai Rusia Komit Pasok 150 Juta Barel

- Presiden Prabowo berhasil mengamankan komitmen pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia setelah pertemuan tiga jam dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow.
- Hashim Djojohadikusumo menegaskan tambahan pasokan ini penting karena Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan rentan terhadap dampak konflik Iran, AS, serta Israel.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tindak lanjut kerja sama energi dengan Rusia berjalan lancar dan menjamin ketahanan pasokan minyak nasional sepanjang tahun 2026.
Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah mengamankan komitmen pasokan minyak dari Rusia hingga 150 juta barel untuk tahun ini.
Komitmen tersebut diperoleh setelah Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow selama tiga jam. Menurut Hashim, tambahan pasokan itu akan menjaga keamanan pasokan minyak mentah dan produk minyak Indonesia sepanjang tahun ini.
"Indonesia akan memperoleh pasokan hingga 150 juta barel untuk tahun ini. Hal itu akan membuat pasokan minyak mentah dan produk minyak Indonesia aman dan terjamin sepanjang tahun ini," kata Hashim di ICE BSD, Rabu (20/5/2026).
1. Indonesia rentan dampak perang Iran

Hashim mengatakan konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berdampak terhadap banyak negara, termasuk Indonesia. Sebab, Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dan produk minyak dalam jumlah besar.
Konflik di kawasan Timur Tengah itu dapat memicu gangguan pasokan minyak global maupun kenaikan harga. Sebab, kawasan tersebut salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi memengaruhi distribusi energi internasional.
"Seperti kita ketahui, Indonesia mengimpor 1 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak. Hal itu membuat Indonesia rentan terhadap guncangan eksternal seperti perang di Iran," paparnya.
2. Indonesia jaga hubungan dengan setiap negara

Hashim menjelaskan hubungan baik Indonesia dengan berbagai negara menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan pasokan energi nasional. Alhasil, Indonesia memperoleh komitmen tambahan pasokan minyak dari Rusia.
"Karena itu, kita beruntung berkat politik luar negeri kita yang menjalin persahabatan dengan semua negara dan tidak memiliki musuh," kata Hashim.
3. Bahlil tindaklanjuti komitmen Rusia pasok minyak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kabar positif kepada Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan energi nasional. Bahlil menyampaikan, Indonesia dipastikan bakal mendapat pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Kepastian tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia dan utusan khusus Presiden Vladimir Putin.
"Alhamdulillah kemarin atas arahan bapak presiden sudah saya bertemu dengan menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).













