ilustrasi menentukan konsep rebranding (pexels.com/Anna Nekrashevich)
Kita sama-sama tahu, pasar itu bergerak cepat sekali, dan persepsi konsumen terhadap sebuah merek bisa bergeser tanpa kita sadari. Ketika kamu mulai bertanya-tanya apa itu rebranding dan apakah bisnismu membutuhkannya? Biasanya itu karena citra yang dulu terasa keren dan relevan, lima tahun kemudian sudah terasa usang. Itu wajar, kok. Nggak ada yang salah dengan itu.
Biasanya, perusahaan memilih jalur rebranding ketika mereka menyadari citra lama sudah nggak lagi mewakili siapa mereka hari ini. Bisa karena reputasi yang sempat tercoreng, stigma negatif dari masa lalu yang ingin dilepaskan, atau sekadar keinginan untuk tumbuh ke arah yang lebih baik.
Ada juga pendorong lain yang sifatnya lebih struktural. Misalnya, bisnis kamu baru saja meluncurkan lini produk yang benar-benar berbeda dari sebelumnya, atau target pasarmu berubah, atau mungkin terjadi merger dan akuisisi yang bikin dua identitas harus menyatu. Tanpa penyesuaian identitas yang tepat, pesan baru yang ingin kamu sampaikan ke audiens akan terasa setengah matang dan sulit benar-benar menyentuh hati mereka.