Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PLTU Suralaya Dituding Picu Polusi Jakarta, Pengamat Dorong Pembuktian

PLTU Suralaya Dituding Picu Polusi Jakarta, Pengamat Dorong Pembuktian
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • Sofyano Zakaria meminta klaim kontribusi PLTU Suralaya terhadap polusi Jakarta dibuktikan dengan data dan kajian ilmiah.
  • Pembuktian yang diminta mencakup emisi, arah serta kecepatan angin, pemodelan dispersi, dan konsentrasi polutan.
  • Polusi udara Jakarta disebut dapat dipengaruhi transportasi, industri, konstruksi, debu jalan, pembakaran terbuka, serta faktor meteorologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim sumber utama polusi perlu bukti ilmiah?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria mengatakan, kontribusi PLTU Suralaya di Banten terhadap polusi udara Jakarta perlu dibuktikan melalui data dan kajian. Data dan kajian tersebut perlu menjelaskan hubungan antara emisi pembangkit dengan kualitas udara di Ibu Kota.

Menurut dia, pembuktian itu perlu mencakup data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta. Sofyano pun mempertanyakan dasar ilmiah yang digunakan untuk menyimpulkan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama polusi udara di Jakarta.

“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” katanya pada Jumat (21/8/2026).

  1. 1. Dorong kaji pergerakan polutan Suralaya

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meninjau PLTU Suralaya, Cilegon, Banten, Sabtu (21/12/2024). (IDN Times/Trio Hamdani)
    PLTU Suralaya, Cilegon, Banten. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Sofyano mengatakan, analisis mengenai dampak PLTU Suralaya perlu melihat kondisi wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber emisi, termasuk Banten. Menurut dia, pergerakan polutan dari sumber emisi hingga wilayah yang terdampak perlu dijelaskan secara transparan.

    “Jangan sampai Jakarta dituding terdampak, tetapi mekanisme dan jejak pencemarannya di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi tidak dijelaskan secara transparan,” ujar dia.

    Dia menilai kondisi di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi juga perlu diperhatikan dalam analisis. Sofyano juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan data pendukung apabila menyatakan PLTU Suralaya berkontribusi terhadap polusi udara di Ibu Kota.

    “Kalau pemerintah daerah menyatakan PLTU Suralaya berpengaruh, tunjukkan bukti ilmiahnya. Publik berhak melihat data, bukan sekadar pernyataan,” tuturnya.

  2. 2. Polusi Jakarta bisa dipengaruhi berbagai sumber

    Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
    Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

    Sofyano mengatakan, polusi udara Jakarta dapat dipengaruhi berbagai sumber, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, konstruksi dan debu jalan, pembakaran terbuka hingga sumber emisi dari wilayah sekitar.

    Dia juga menyebut faktor meteorologi dapat memengaruhi konsentrasi polutan di udara Jakarta. Karena itu, menurut dia, penentuan sumber dominan polusi perlu mempertimbangkan sumber emisi dan kondisi atmosfer.

    Sejumlah kajian sebelumnya menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu kontributor penting polusi udara Jakarta. Di sisi lain, kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dirujuk pemerintah menunjukkan pergerakan emisi PLTU Suralaya menuju Jakarta bergantung pada kondisi meteorologi tertentu.

    “Jadi, menjadikan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama tanpa pembuktian komprehensif adalah kesimpulan yang terlalu sederhana. Pemerintah harus membedakan antara ‘salah satu sumber’ dan ‘penyebab utama’,” kata Sofyano.

  3. 3. Pramono sebut Suralaya jadi salah satu sumber

    IMG_20260820_112212.jpg
    Gubernur DKI Pramono Anung di acara Indonesia International Transport Summit 2026, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengakui kualitas udara Jakarta masih menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Dia mengatakan, persoalan polusi udara Jakarta tidak hanya berasal dari sektor transportasi.

    Menurut dia, emisi dari kawasan industri di sekitar Jakarta juga menjadi persoalan, salah satunya dari PLTU di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten. Dia menyebut Suralaya sebagai salah satu kawasan yang menggunakan bahan bakar yang masih dinilai tidak ramah lingkungan.

    "Problem-nya bukan hanya semata-mata transportasi di Jakarta. Ada persoalan-persoalan lain, misalnya pembakaran industri-industri di selingkaran Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Suralaya, yang menggunakan bahan bakar yang masih tidak ramah lingkungan," ucap Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More