Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apindo Soroti Pentingnya Kolaborasi Kebijakan di Tengah Lesunya Rupiah
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani di Jakarta, Rabu (13/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah pelemahan rupiah dan tekanan global.
  • Dunia usaha tetap berkomitmen menjaga ketahanan bisnis namun akan lebih selektif dalam menangkap peluang agar aktivitas investasi tetap berkelanjutan di situasi ekonomi yang tidak pasti.
  • Nilai tukar rupiah dibuka melemah 55,50 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.856 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, 28 Mei 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai pelemahan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global perlu direspons dengan penguatan sinergi kebijakan antara otoritas moneter, fiskal, dan sektor riil.

Menurut Shinta, tekanan eksternal terhadap perekonomian domestik masih cukup kuat, sementara ruang pelonggaran kebijakan juga relatif terbatas. Karena itu, koordinasi kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Ke depan, dalam situasi di mana tekanan eksternal masih cukup kuat dan ruang pelonggaran kebijakan relatif terbatas, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil menjadi sangat krusial,” ujar Shinta kepada IDN Times, Kamis (28/5/2026).

1. Pelaku usaha lebih selektif tangkap peluang usaha

Sejumlah pelaku UMKM diberi bekal strategi pemasaran. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Shinta mengatakan, dunia usaha pada prinsipnya tetap berkomitmen menjaga resiliensi di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Namun demikian, pelaku usaha juga akan lebih selektif dalam menangkap peluang bisnis.

Ia menilai, stabilitas ekonomi perlu terus dijaga agar aktivitas usaha dan investasi tetap berjalan berkelanjutan, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan gejolak ekonomi global.

“Dunia usaha pada prinsipnya tetap berkomitmen untuk menjaga resiliensi, sekaligus menangkap peluang secara selektif,” katanya.

2. Perlu sinergi dan kolaborasi kebijakan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Shinta optimistis stabilitas ekonomi nasional masih dapat terjaga apabila pemerintah dan otoritas terkait mampu memperkuat kolaborasi kebijakan secara terukur.

“Dengan pendekatan yang terukur dan kolaborasi kebijakan yang kuat, kami meyakini stabilitas dapat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi dapat terus berjalan secara berkelanjutan di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” tutupnya.

3. Rupiah ambles sore ini

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dalam mengawali perdagangan Kamis (28/5/2026) setelah sempat melewati libur Idul Adha. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.13 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 55,50 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.856 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Sementara itu, mata uang Garuda ditutup melemah 44,50 poin atau sebesar 0,25 persen ke level Rp17.845,5 per dolar AS. pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar global dan kebijakan The Fed yang kembali fokus pada pengendalian inflasi sehingga membuat dolar AS menguat.

Editorial Team

Related Article