Apple Pay (Unsplash/Kelly Sikkema)
Setelah sukses awal, Apple meluncurkan Apple II yang terjual hingga 6 juta unit. Terobosan besar kembali terjadi pada 1984 dengan Macintosh, yang mengenalkan tampilan grafis yang mudah digunakan. Meski sempat mengalami masa sulit saat Jobs keluar pada 1985, Apple bangkit kembali setelah ia kembali pada 1997 dan merilis iMac.
Kunci utama dominasi Apple selama dua dekade terakhir adalah kemampuannya menyatukan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan dalam satu ekosistem. Hal ini terbukti dari suksesnya iPhone pada 2007 yang mengubah industri ponsel pintar. CEO Apple, Tim Cook, menjelaskan, kekuatan Apple terletak pada pengalaman pengguna yang mulus.
"Apple adalah satu-satunya perusahaan yang dapat mengambil perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan serta mengintegrasikannya menjadi sebuah pengalaman yang mengejutkan bagi pelanggan," kata Cook.
Di bawah kepemimpinan Tim Cook sejak 2011, Apple terus tumbuh pesat. Pada awal 2026, nilai pasar perusahaan ini menembus 3,5 triliun dolar AS (Rp59,49 kuadriliun) berkat kesuksesan Apple Watch, AirPods, dan layanan digital lainnya. Apple juga mulai memindahkan produksinya ke India dan Vietnam untuk menjaga kestabilan stok produk. Terkait desain, Steve Jobs pernah menekankan fungsi jauh lebih penting daripada sekadar tampilan.
"Desain bukan hanya apa yang terlihat dan terasa. Desain adalah bagaimana ia bekerja," kata Jobs.
Jobs juga percaya perusahaan harus mampu membaca keinginan konsumen bahkan sebelum mereka menyadarinya.
"Anda tidak bisa begitu saja bertanya kepada pelanggan apa yang mereka inginkan dan kemudian mencoba memberikannya kepada mereka. Pada saat Anda membangunnya, mereka akan menginginkan sesuatu yang baru," ujar Jobs.