Jakarta, IDN Times – Arab Saudi menemukan cadangan bijih uranium dan mineral tanah jarang dalam jumlah raksasa di wilayah Madinah, dengan potensi mencapai 110 juta ton bijih. Temuan penting di proyek Jabal Sayid ini disampaikan oleh Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, saat menghadiri Konferensi Umum ke-70 Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina.
Pemerintah Arab Saudi menilai potensi ini bisa menjadikan Jabal Sayid sebagai salah satu lokasi pengembangan mineral tanah jarang terpenting di dunia. Arab News mengutip pernyataan Pangeran Abdulaziz terkait langkah eksplorasi dan studi ekstraksi uranium dari produk sampingan pupuk. Namun, laporan Mining mencatat bahwa pihak kerajaan belum membeberkan kadar pasti maupun perkiraan jumlah uranium murni di lokasi tersebut.
Oleh karena itu, tingkat pemulihan material hingga kalkulasi biaya pengembangan masih harus dikaji untuk memastikan kelayakan produksi secara komersial.
