AS Lumpuh Total, Badai Musim Dingin Gagalkan 8 Ribu Penerbangan

- Badai musim dingin Devin melumpuhkan transportasi udara AS dengan lebih dari 8 ribu penerbangan dibatalkan dan tertunda, terutama di wilayah Timur Laut seperti LaGuardia dan Boston.
- Maskapai besar seperti JetBlue, United, dan American Airlines mulai memulihkan operasional secara bertahap pada Selasa, meski cuaca masih fluktuatif dan menantang di beberapa bandara utama.
- Badai salju ekstrem juga menyebabkan pemadaman listrik bagi ratusan ribu pelanggan serta mendorong New York menetapkan status darurat dan larangan perjalanan demi keselamatan publik.
Jakarta, IDN Times - Badai musim dingin yang melanda wilayah Timur Laut Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/2/2026), telah memicu kelumpuhan total pada sistem transportasi udara nasional secara masif. Peristiwa alam ekstrem ini mengakibatkan ribuan jadwal penerbangan terpaksa dihentikan sementara guna menghindari risiko keselamatan bagi jutaan penumpang di tengah cuaca buruk. Kondisi ini membuat aktivitas di berbagai bandara utama terhenti sepenuhnya hingga situasi dinyatakan aman untuk penerbangan.
Pada Selasa (24/2/2026), sejumlah maskapai penerbangan mulai merencanakan penambahan jadwal untuk mengurai tumpukan penumpang, meskipun operasional di lapangan masih menghadapi tantangan pemulihan yang signifikan. Upaya normalisasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca yang masih fluktuatif di beberapa titik.
1. Badai Devin akibatkan ribuan pembatalan penerbangan di AS
Data statistik dari situs pelacak penerbangan FlightAware mencatat lebih dari 8 ribu gangguan jadwal penerbangan di seluruh wilayah AS pada Senin (23/2/2026). Gangguan tersebut terdiri atas 5.683 pembatalan total dan 2.703 penundaan penerbangan akibat akumulasi salju ekstrem serta angin kencang yang menghambat fungsi landasan pacu. Skala gangguan ini merupakan kelanjutan dari krisis operasional sejak Minggu (22/2/202), yang secara akumulatif telah berdampak pada lebih dari 11 ribu penerbangan di berbagai pusat transit utama.
Analisis menunjukkan bahwa konsentrasi pembatalan terbesar terjadi di wilayah Timur Laut, terutama di Bandara LaGuardia dengan tingkat pembatalan mencapai 85 persen akibat visibilitas buruk dan infrastruktur yang membeku. Maskapai JetBlue menjadi pihak yang paling terdampak secara sistemik karena pusat operasional utamanya berada di jantung wilayah badai. Maskapai ini terpaksa membatalkan 80 persen jadwal harian mereka, atau sekitar 1.600 penerbangan hingga Rabu(25/2) mendatang, guna menjaga keselamatan operasional.
"Akibat badai musim dingin Devin, JetBlue telah membatalkan sekitar 350 penerbangan untuk hari ini dan besok, terutama di wilayah Timur Laut di mana kami memiliki pusat operasional yang sangat besar dan strategis bagi jaringan penerbangan kami," kata pihak JetBlue, dilansir Economic Times.
2. Maskapai AS mulai pulihkan operasional penerbangan pasca badai
Industri penerbangan mulai melaksanakan strategi pemulihan pada Selasa (24/2) untuk menurunkan tingkat pembatalan penerbangan nasional secara signifikan. Meskipun terdapat indikasi perbaikan melalui optimalisasi jadwal baru, maskapai besar seperti United Airlines tetap memberikan peringatan mengenai potensi ketidakpastian cuaca yang masih dapat mengganggu proses normalisasi di terminal-terminal sibuk.
"Kondisi operasional tetap menantang meskipun kami telah memiliki rencana awal untuk meningkatkan volume penerbangan pada Selasa guna melayani penumpang yang terdampak," kata pihak United Airlines.
Proses normalisasi layanan di bandara Washington Reagan National dan Philadelphia telah dimulai oleh American Airlines sejak Senin malam, sementara operasional di bandara JFK, LaGuardia, dan Boston diharapkan pulih sepenuhnya pada Selasa pagi. Di sisi lain, Southwest Airlines melaporkan bahwa rencana pemulihan mereka tetap berjalan sesuai target karena memiliki risiko gangguan yang lebih kecil di wilayah Timur Laut.
Juru bicara Southwest Airlines, Brian Parrish, mengonfirmasi kesiapan armada mereka dalam menghadapi transisi cuaca tersebut.
"Rencana kami saat ini berada di jalur yang tepat untuk mulai meningkatkan operasional besok. Jika kondisi cuaca di lapangan memungkinkan, kami akan melakukannya dengan standar keselamatan yang ketat," ujar Parrish, dilansir Morningstar.
3. Badai salju ekstrem picu pemadaman listrik dan status darurat di New York
Intensitas badai musim dingin yang menjatuhkan salju setebal 76,2 centimeter telah mengakibatkan kerusakan luas pada jaringan listrik dan penghentian layanan kereta api Amtrak di koridor Timur Laut. Tercatat sebanyak 588.277 pelanggan mengalami pemadaman listrik total, dengan dampak terparah dirasakan di wilayah Massachusetts. Selain gangguan energi, angin kencang dengan kecepatan hingga 60 mil per jam menciptakan kondisi jarak pandang nol yang sangat membahayakan pengemudi di jalan raya utama antarnegara bagian.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, secara resmi mengumumkan status darurat dan memberlakukan larangan perjalanan bagi seluruh kendaraan non-darurat guna mempercepat proses pembersihan jalan. Selain penutupan sektor hiburan seperti teater Broadway, layanan pengiriman makanan daring juga dihentikan sementara demi melindungi keselamatan para pekerja.
"Kondisi ini merupakan situasi badai salju yang sangat serius. Kota New York belum pernah menghadapi badai dengan skala dan intensitas sebesar ini dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir," kata Wali Kota Mamdani, dilansir CBS News.


















