Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bos Nvidia Jensen Huang Dibidik AS atas Dugaan Spionase China

3 min read
Bos Nvidia Jensen Huang Dibidik AS atas Dugaan Spionase China
CEO Nvidia, Jensen Huang (總統府, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Pemerintahan Donald Trump menyelidiki laporan dugaan operasi intelijen China yang menargetkan CEO Nvidia Jensen Huang, setelah temuan tentang kemungkinan kebocoran informasi kepada Beijing.

  • Laporan menyebut eksekutif Megaspeed International, Alice Huang, diduga meneruskan informasi setelah berkomunikasi dengan Jensen Huang; Trump belum memutuskan tindakan resmi.

  • Nvidia menyatakan pertemuan Huang dengan pelanggan adalah rutinitas, sementara Kementerian Luar Negeri China menolak tuduhan tersebut sebagai fitnah tanpa dasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah mendalami laporan dugaan operasi intelijen China yang diduga menyasar Jensen Huang, Kepala Eksekutif (CEO) Nvidia. Pemeriksaan dilakukan secara cermat untuk menelusuri informasi mengenai dugaan aktivitas spionase yang melibatkan pimpinan perusahaan cip tersebut.

Dalam keterangannya kepada wartawan di kediamannya di Florida pada Sabtu (31/10/2026), Trump mengaku memiliki rasa hormat yang besar terhadap Huang. Ia juga berharap pengusaha teknologi tersebut berada dalam kondisi baik.

“Saya sangat menghormati Jensen. Saya tidak tahu tentang hal spesifik itu, tetapi saya harap dia akan baik-baik saja. Dia adalah orang yang hebat dan brilian, dan kami ingin melindungi orang-orang brilian kami,” kata Trump, dikutip CNA.

  1. 1. Laporan intelijen mengungkap dugaan kebocoran informasi Nvidia

    ilustrasi Amerika Serikat
    ilustrasi Amerika Serikat (pexels.com/Breet Sayles)

    Kasus ini mencuat melalui laporan harian The New York Times pada Kamis (29/10/2026). Berdasarkan temuan pejabat intelijen AS, seorang eksekutif China yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan pusat data asal Singapura diduga telah meneruskan informasi kepada Beijing setelah menjalin komunikasi dengan Huang.

    Eksekutif yang dimaksud bernama Alice Huang, petinggi Megaspeed International. Ia diketahui memiliki hubungan dekat dengan pimpinan Nvidia tersebut dan pernah berfoto bersama pada 2024.

    Meski sudah menerima pemaparan mengenai hasil penyelidikan intelijen, Trump belum memutuskan untuk mengambil tindakan resmi. Ia berencana mengkaji persoalan tersebut secara menyeluruh dan tetap ingin mempertahankan Huang sebagai penasihat kebijakan kecerdasan buatan (AI), selama belum ditemukan sesuatu yang bertentangan.

  2. 2. Nvidia membantah interaksi Huang menjadi hal mencurigakan

    logo Nvidia
    logo Nvidia (pexels.com/UMA media)

    Menanggapi laporan tersebut, Nvidia menjelaskan bahwa pertemuan antara pimpinan perusahaan dan pelanggan merupakan aktivitas rutin. Huang disebut terbiasa menjalin komunikasi dengan ribuan eksekutif setiap tahunnya sehingga pertemuannya dengan Alice bukan sesuatu yang luar biasa.

    Nvidia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan memberikan pemberitahuan lebih awal apabila terdapat individu yang dianggap berpotensi mengancam keamanan. Perusahaan itu memastikan akan merespons setiap perkembangan dengan cepat berdasarkan informasi terbaru yang diterima.

    Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menolak tuduhan tersebut dalam pengarahan rutin kepada media. Ia menganggap pemberitaan mengenai dugaan spionase itu sebagai tudingan yang tak memiliki dasar.

    “Laporan-laporan tersebut tidak berdasar dan murni fitnah yang memfitnah terhadap China,” kata Guo, dikutip ABC News.

  3. 3. Huang memiliki kedekatan dengan pemerintahan Trump

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)

    Huang merupakan pengusaha kelahiran Taiwan yang selama ini mendorong penggunaan produk cip Nvidia di China. Ia juga dipercaya menjadi penasihat Trump dalam menghadapi persaingan teknologi kecerdasan buatan dengan negara tersebut.

    Kedekatannya dengan pemerintahan AS terlihat ketika Huang mendampingi kunjungan Trump ke Beijing pada Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Ia juga menghadiri jamuan kenegaraan di Gedung Putih (White House) pada September saat Xi melakukan kunjungan ke AS.

    Pada bulan yang sama, Huang turut mengikuti acara makan siang bersama sejumlah pemimpin industri kecerdasan buatan dan teknologi di Gedung Putih. Sebelumnya, pada Januari, ia berhasil meyakinkan Trump untuk membuka peluang penjualan cip canggih ke China melalui skema pembagian keuntungan sebesar 25 persen bagi pemerintah AS.

    Kebijakan tersebut turut menjadi perhatian karena Trump diketahui memiliki saham Nvidia secara pribadi. Perusahaan teknologi itu kini tercatat sebagai perusahaan publik dengan aktivitas perdagangan saham tertinggi di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More