Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah
Ilustrasi membeli rumah (freepik.com)
Intinya sih...
  • Pre-approved KPR tidak menjamin keamanan finansial
  • Harga rumah tidak selalu naik, bisa berisiko jika mengandalkan kenaikan harga
  • Rumah renovasi tidak selalu menguntungkan, biaya renovasi bisa melebihi perkiraan awal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, membeli rumah adalah transaksi finansial terbesar sepanjang hidup. Karena itu, penting untuk benar-benar memahami proses pembelian rumah serta menilai apakah properti tersebut memang cocok dan menguntungkan secara finansial.

Sayangnya, masih banyak orang yang membeli rumah tanpa memahami risiko dan konsekuensi jangka panjangnya. Berikut beberapa asumsi berbahaya yang sebaiknya dihindari sebelum memutuskan membeli rumah.

Table of Content

1. Sudah pre-approved KPR berarti aman secara finansial

1. Sudah pre-approved KPR berarti aman secara finansial

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah
Ilustrasi rumah (freepik.com)

Banyak calon pembeli beranggapan jika bank telah menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mereka pasti mampu membayar cicilan hingga batas maksimal yang ditawarkan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Menurut pendiri Premier OKC Home Buyers, Brett Cobb, persetujuan dari bank bukan berarti kamu harus mengambil pinjaman sebesar itu. Biaya seperti suku bunga, asuransi, pajak properti, dan biaya perawatan bisa meningkat seiring waktu. Tanpa perhitungan matang, pembeli bisa terjebak kondisi house poor hanya beberapa bulan setelah pindah. House poor adalah kondisi memiliki rumah, tapi keuangan tercekik.

2. Harga rumah pasti selalu naik

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah
Ilustrasi rumah (freepik.com)

Memang benar nilai properti cenderung meningkat dalam jangka panjang, tetapi hal ini bukan jaminan mutlak. Cobb mengingatkan, banyak orang menggantungkan masa depan finansial mereka pada kenaikan harga rumah, lalu terpukul saat pasar melambat atau lingkungan sekitar tidak berkembang sesuai harapan.

Properti bisa menjadi investasi jangka panjang yang baik, tetapi berharap keuntungan cepat dari kenaikan harga justru bisa berisiko, terutama jika kamu harus menjual rumah dalam kondisi pasar yang kurang menguntungkan.

3. Rumah renovasi selalu lebih menguntungkan

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah
Ilustrasi renovasi rumah (freepik.com)

Jika membeli rumah untuk investasi, banyak orang percaya properti fixer-upper selalu menawarkan peluang keuntungan lebih besar dibanding rumah siap huni. Namun agen properti berlisensi sekaligus pemilik New Era Home Buyers, Brett Johnson menyebut, anggapan ini sering kali keliru.

Biaya renovasi hampir selalu melebihi perkiraan awal, bahkan bagi investor berpengalaman. Tanpa perencanaan matang, ttermasuk waktu, tenaga, dan stres maka rumah yang terlihat “murah” bisa berubah menjadi lubang keuangan.

4. Mampu bayar cicilan bulanan berarti mampu membeli rumah

Banyak Orang Salah Kaprah! Ini 4 Asumsi Berbahaya saat Beli Rumah
Ilustrasi uang (freepik.com)

Kesalahan umum pembeli rumah pertama adalah menyamakan cicilan KPR dengan biaya sewa. Jika nominalnya sama atau lebih murah, mereka menganggap membeli rumah pasti lebih menguntungkan.

Padahal, cicilan bulanan hanyalah satu bagian dari total biaya kepemilikan rumah. Pajak properti, asuransi, iuran lain-lain, biaya perawatan, hingga perbaikan mendadak sering kali tidak diperhitungkan. Johnson menambahkan, banyak pemilik rumah baru mengalami tekanan finansial setelah transaksi selesai karena tidak siap menghadapi biaya tak terduga seperti kerusakan pemanas atau kenaikan pajak.

Membeli rumah bisa menjadi langkah finansial yang tepat jika dilakukan dengan perhitungan matang. Namun, mengandalkan asumsi tanpa memahami seluruh biaya dan risikonya justru bisa membawa masalah jangka panjang. Sebelum membeli, pastikan Anda tidak hanya siap secara emosional, tetapi juga benar-benar kuat secara finansial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Lebih dari 57 Ribu Warga Malaysia Pilih Jadi Warga Singapura, Kenapa?

12 Jan 2026, 10:45 WIBBusiness