Comscore Tracker

Kinerja Manufaktur Indonesia Terendah di Asia, Paling Parah Sejak 2011

Penurunan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan purchasing managers index (PMI) Indonesia selama April tahun ini menurun ke level 27,5 dari 45,3 pada Maret 2020.

Angka ini menjadi  yang terendah sepanjang pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011. "PMI Indonesia mengalami penurunan paling dalam di ASEAN, bahkan di bawah Jepang dan Korea Selatan," katanya Senin (4/5).

1. Penurunan diperkirakan berlangsung hingga Mei

Kinerja Manufaktur Indonesia Terendah di Asia, Paling Parah Sejak 2011Menteri Keuangan Sri Mulyani (IDN Times/Shemi)

Dia menambahkan, penurunan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei 2020. Apalagi dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah saat ini.

"Selain itu, Indonesia juga mengalami kontraksi impor 3,7 persen seiring dengan kontraksi dari industri manufaktur," tegasnya.

2. Berpotensi mengakibatkan penurunan ekonomi secara keseluruhan

Kinerja Manufaktur Indonesia Terendah di Asia, Paling Parah Sejak 2011Menteri Keuangan Sri Mulyani. IDN Times/Shemi

Baca Juga: Dorong Industri Manufaktur, Kemenperin Kawal Investasi Taiwan

Lemahnya sektor manufaktur ini berpotensi mengakibatkan penurunan ekonomi domestik secara keseluruhan. Untuk itu dia mengatakan hal ini harus diwaspadai.

"Ini perlu langkah cepat untuk menciptakan bantalan sektor ekonomi dan keuangan," katanya. 

3. Pemerintah berupaya mengatasi COVID-19

Kinerja Manufaktur Indonesia Terendah di Asia, Paling Parah Sejak 2011Ilustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Pihaknya menekankan pemerintah saat ini terus berupaya untuk bisa mengatasi COVID-19. Salah satunya melakukan pencegahan dan penanganan atas pandemik corona di pusat pandemik yang kini dikhawatirkan mulai bergeser ke daerah-daerah di Indonesia.

"Jangan sampai Indonesia mengalami efek ping-pong masuk lagi ke Jakarta dan ke luar lagi ini jadi masalah menantang di daerah masing-masing," tegasnya.

Terkait kasus virus corona di Indonesia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini mencapai 11.587 kasus. Dengan demikian, terhitung sejak 3 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 4 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, kasus positif mengalami kenaikan 395 orang

"Kasus positif terkonfirmasi bertambah 395 orang, sehingga menjadi 11.587 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Senin (4/5).

Sementara data dunia mencatat sampai Senin (4/5) per pukul 07.30 WIB ada 3.562.691 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 1.187.442  kasus.

Dari 3,5 juta kasus itu, 248.105 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 1.153.071 orang. Saat ini, tercatat masih ada 2.161.515 kasus virus corona aktif di seluruh dunia. Dengan catatan, 2.111.472 pasien menunjukkan gejala virus corona dan 50.043 dalam kondisi kritis.

 

Baca Juga: Kajian Skema Klaster BUMN Manufaktur akan Rampung Tahun Ini

Topic:

  • Auriga Agustina
  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya