Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Arah Kebijakan BI usai Perry Warjiyo Mundur?
Ilustrasi Gambar Gedung Bank Indonesia , Sumber : Website Bank Indonesia-Publikasi Ruang Media
  • PGS BI Destry Damayanti menegaskan arah kebijakan Bank Indonesia tidak berubah, dengan fokus menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • BI akan tetap melakukan intervensi di pasar spot, NDF, dan DNDF untuk menjaga rupiah serta menarik aliran modal masuk guna memperkuat sektor eksternal.
  • Pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi pemerintah dan lembaga terkait, sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau dioptimalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Parapat, IDN Times - Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, arah kebijakan BI tetap sama usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI. Pihaknya berkomitmen akan melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan sebelumnya.

"Saat ini, di Bank Indonesia, stance kita tetap sama. Tidak berubah dibandingkan dengan posisi stance sebelumnya," kata dia dalam paparannya saat Editors Briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).

Dia menjelaskan, BI akan tetap fokus pada stabilitas dengan mengoptimalkan berbagai instrumen dan berbagai kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi, itu menjadi komitmen kami yang akan terus kami lanjutkan dalam formasi seperti saat ini," ucapnya.

1. BI intervensi pasar

Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (Tangkapn layar)

Destry menjelaskan, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar. Karena itu, BI akan melakukan intervensi pasar.

"Itu menjadi prioritas kami, yaitu akan fokus untuk rupiah. Kita akan tetap konsisten. Kita akan berada di pasar, kita akan masuk untuk intervensi. Apakah spot, NDF (Non-Deliverable Forward) ataupun DNDF (Domestic Non Deliverable Forward)," ucapnya.

"Kita akan arahkan untuk menarik capital inflow yang masuk sehingga itu tentu akan memperkuat sektor eksternal kita," imbuhnya.

2. BI kendalikan inflasi

ilustrasi inflasi (unsplash.com/Markus Winkler)

BI juga akan mengendalikan inflasi. BI akan memperkuat tim pengendali inflasi pusat maupun daerah.

"Bahkan kami bersama-sama dengan pemerintah dan juga pemerintah daerah kita mempunyai yang namanya gerakan GPIPS (Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera)," kata Destry.

Selain itu, BI akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komte Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sinergi ini khususnya untuk menangani masalah segmentasi likuiditas di sektor perbankan.

"Jadi, itu juga menjadi komitmen kami juga," kata dia.

3. Dorong kebijakan makroprudensial

Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (Tangkapn layar)

BI juga akan terus mendorong kebijakan makroprudensial demi menopang pertumbuhan ekonomi.

"Untuk pertumbuhan (ekonomi), tentu kita akan mengoptimalkan Kebijakan kami makroprudensial, sistem pembayaran atau termasuk juga kebijakan kami dalam mengembangkan UMKM dan juga ekonomi syariah termasuk ekonomi hijau," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article