Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bangladesh Minta Tambah Pasokan BBM ke India untuk Perbaiki Hubungan

Bangladesh Minta Tambah Pasokan BBM ke India untuk Perbaiki Hubungan
Ilustrasi minyak bumi (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Kunjungan resmi Menlu Bangladesh ke India menandai upaya pemulihan hubungan diplomatik, dengan fokus pada kerja sama energi dan stabilitas ekonomi di tengah ketegangan politik kawasan.
  • Bangladesh meminta tambahan pasokan solar dan pupuk dari India untuk menjaga ketahanan energi nasional, sementara India menjanjikan dukungan melalui jalur distribusi yang efisien.
  • Kedua negara sepakat memperkuat koordinasi keamanan perbatasan serta membahas isu ekstradisi tokoh politik Bangladesh tanpa mengganggu kemajuan kerja sama bilateral lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman melakukan kunjungan resmi tingkat menteri pertama ke New Delhi pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan pemerintah India dalam upaya menormalkan kembali hubungan diplomatik kedua negara yang sempat tegang.

Kunjungan selama dua hari ini menjadi momen penting bagi pemerintahan baru di Dhaka untuk menunjukkan itikad baik dalam membangun kembali kemitraan yang sempat renggang pasca-pergantian kekuasaan, sekaligus menegaskan posisi Bangladesh di tengah perubahan konstelasi politik Asia Selatan.

Agenda utama yang dibahas mencakup penguatan kerja sama di bidang energi serta upaya mempermudah mobilitas warga negara lewat kebijakan layanan visa yang lebih terbuka dan transparan. Langkah diplomasi ini menunjukkan strategi luar negeri yang lebih pragmatis dari pemerintahan Perdana Menteri Tarique Rahman demi menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri di tengah tekanan pasar global dan situasi keamanan kawasan yang tidak menentu.

Table of Content

1. Kerja sama energi dan rencana tambahan pasokan solar

1. Kerja sama energi dan rencana tambahan pasokan solar

Bangladesh Minta Tambah Pasokan BBM ke India untuk Perbaiki Hubungan
ilustrasi kerja sama (pexels.com/cottonbro studio)

Pemerintah Bangladesh secara aktif mengajukan permohonan untuk menambah volume pembelian solar dan pupuk dari India. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko krisis energi nasional yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketidakpastian ini membuat biaya logistik dan ketersediaan bahan bakar di pasar internasional semakin mahal.

Dalam diskusi dengan Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, pihak Bangladesh menekankan pentingnya integrasi infrastruktur seperti Pipa Persahabatan India-Bangladesh (IBFP) sepanjang 131 kilometer. Pipa yang dibangun dengan bantuan hibah dari India ini berfungsi menyalurkan solar secara efisien dari Kilang Numaligarh langsung ke depot Parbatipur di utara Bangladesh.

Menanggapi permintaan tersebut, Puri memberikan jaminan New Delhi akan mendukung ketahanan energi negara tetangganya.

"Pemerintah India akan mempertimbangkan permintaan tersebut dengan sigap dan positif," kata Puri, dilansir Hindustan Times.

Jaminan ini diberikan untuk memastikan kebutuhan domestik Bangladesh, termasuk rencana pasokan tambahan sebanyak 40 ribu ton solar untuk bulan-bulan mendatang, dapat terwujud tanpa hambatan teknis maupun birokrasi.

Bangladesh juga mengapresiasi konsistensi India dalam menjaga aliran energi melalui berbagai jalur distribusi, baik lewat pipa, kereta api, maupun jalur air. Pasokan ini terbukti vital untuk menyokong sektor pertanian dan industri manufaktur Bangladesh. Khalilur menyampaikan, pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas harga energi, dan menambah impor dari India dianggap sebagai solusi paling hemat di tengah ketidakpastian global.

"Kami berterima kasih kepada Menteri Hardeep Puri atas pasokan diesel baru-baru ini ke Bangladesh oleh India, dan secara resmi meminta peningkatan volume pasokan diesel serta pupuk," ujar Khalilur, dilansir Livemint.

2. Pelonggaran prosedur pemberian visa bagi warga Bangladesh

Bangladesh Minta Tambah Pasokan BBM ke India untuk Perbaiki Hubungan
ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)

Dalam upaya memulihkan interaksi sosial dan ekonomi, Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, mengonfirmasi rencana pemerintahnya untuk melonggarkan prosedur pemberian visa bagi warga negara Bangladesh. Pelonggaran ini ditujukan untuk kategori visa medis dan bisnis guna mengurai tumpukan permohonan yang sempat terhenti selama periode ketidakpastian politik di Dhaka.

Langkah ini dinilai krusial bagi ribuan warga Bangladesh yang setiap tahunnya mengandalkan layanan kesehatan di India, serta bagi para pengusaha yang membutuhkan kepastian mobilitas guna menjaga volume perdagangan bilateral. Pada tahun fiskal 2025, nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai 11,24 miliar dolar AS (Rp192,08 triliun).

"Sangat senang menjamu Menlu Khalilur Rahman dari Bangladesh dan delegasinya sore ini. Kami membahas penguatan hubungan bilateral dalam berbagai aspek serta bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global," kata Jaishankar.

Pihak India menegaskan, normalisasi hubungan ini didasari oleh ikatan sejarah dan budaya yang kuat. Stabilitas keamanan dan kesejahteraan di Bangladesh dinilai akan berdampak langsung pada stabilitas wilayah perbatasan India. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal menambahkan, kunjungan ini menjadi landasan bagi kemitraan yang lebih berorientasi ke depan dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.

"India dan Bangladesh berbagi ikatan yang hangat dan bersejarah yang berakar pada hubungan antarmanusia yang kuat. Kunjungan ini akan semakin memperkuat kemitraan India-Bangladesh," jelas Jaiswal.

3. Isu keamanan perbatasan dan permintaan ekstradisi

Bangladesh Minta Tambah Pasokan BBM ke India untuk Perbaiki Hubungan
protes di Bangladesh (unsplash.com/Bornil Amin)

Keamanan wilayah perbatasan sepanjang 4 ribu kilometer tetap menjadi perhatian utama dalam pembicaraan antara Khalilur dan Penasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval. Kedua belah pihak sepakat meningkatkan koordinasi intelijen guna menangani tantangan keamanan seperti penyusupan ilegal dan penyelundupan.

Selain masalah teknis perbatasan, delegasi Bangladesh secara resmi kembali menyampaikan permohonan ekstradisi terhadap mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dan mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal. Keduanya dilaporkan berada di India setelah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICT) Bangladesh atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Permintaan ini didasarkan pada perjanjian ekstradisi bilateral yang telah ditandatangani kedua negara sejak tahun 2013.

Meskipun isu ekstradisi ini memiliki tingkat sensitivitas politik yang tinggi, pemerintahan di Dhaka memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat kemajuan kerja sama di sektor lain. Pendekatan ini sejalan dengan doktrin Bangladesh First yang mengutamakan kepentingan nasional secara menyeluruh tanpa mengorbankan stabilitas kawasan. Khalilur menegaskan bahwa hubungan dengan India akan dibangun di atas landasan pragmatisme yang menyeimbangkan tuntutan hukum dalam negeri dan kebutuhan kerja sama internasional.

"Kebijakan luar negeri Bangladesh akan dipandu oleh prinsip Bangladesh First, yang didasarkan pada rasa saling percaya, rasa hormat, dan keuntungan timbal balik," tegas Khalilur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More