Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Meski demikian, Bank Dunia melihat masih terdapat peluang yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari perkiraan dasar.
Prospek positif tersebut terutama berasal dari kemungkinan pemulihan pasokan minyak dan normalisasi arus pengiriman global yang berlangsung lebih cepat.
"Dalam skenario yang lebih baik, penurunan harga minyak, membaiknya neraca perdagangan, serta pulihnya kepercayaan investor dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,2 hingga 0,4 poin persentase pada 2026," tuturnya.
Bank Dunia juga mencatat sejumlah faktor lain yang berpotensi menjadi katalis pertumbuhan, antara lain kenaikan harga komoditas, percepatan implementasi perjanjian perdagangan yang baru disepakati, serta keberlanjutan reformasi deregulasi yang dilakukan pemerintah.
Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, Bank Dunia menilai arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi global serta konsistensi pelaksanaan reformasi struktural di dalam negeri.