Demo yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berujung ricuh di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Botok menilai pemblokiran rekening tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap kelompoknya. Ia juga berharap Presiden RI, Prabowo Subianto memperhatikan kondisi yang dialaminya.
Ia menegaskan, kedatangan massa AMPB ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan. Dia menyebut kelompoknya murni untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tanpa niat memicu kerusuhan.
"InsyaAllah. Karena ini kan aspirasi rakyat Indonesia. Perampasan RUU perampasan aset koruptor dan hukuman mati koruptor ini kan aspirasi seluruh rakyat Indonesia. Jadi kami teman-teman dari Pati datang ke Jakarta itu tidak ada niat untuk membuat kerusuhan ya. Kami di sini murni mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan tertib, aman, dan damai," ujarnya.
Ia juga mengaku tidak pernah mengalami pemblokiran rekening maupun akun media sosial saat melakukan aksi demonstrasi di Pati.
"Kita bukan teroris, kita bukan pelaku kriminal, koruptor. Teman-teman di sini ini datang ke Jakarta ya untuk mengawal aspirasi masyarakat Indonesia. Tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan," katanya.
Botok mengaku kecewa dengan kondisi yang dialaminya di Jakarta. Selain rekening bank, dia menyebut sejumlah akun TikTok miliknya dan rekan-rekannya dari Pati juga diblokir.
Sementara itu, Botok memastikan, AMPB tidak berencana kembali melakukan aksi dengan pola camping di sekitar Gedung DPR RI. Ia mengatakan massa akan mengikuti ketentuan waktu penyampaian pendapat.
"Rencana untuk camping kita nggak ada ya. Kita aksi mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore atau jam 6 sore lah paling lambat, sesuai dengan undang-undang penyampaian pendapat," ujarnya.