Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perbedaan USDT dan USDC dalam Investasi Kripto yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan USDT dan USDC dalam Investasi Kripto yang Perlu Kamu Tahu
ilustrasi USDT (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)
  • USDT dan USDC adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, umum digunakan untuk transaksi serta perdagangan aset kripto.
  • USDT diterbitkan Tether sejak 2014 dengan penggunaan global luas, sedangkan USDC diterbitkan Circle dengan fokus lebih dekat pada sistem keuangan.
  • USDT unggul dalam likuiditas dan ketersediaan bursa, sementara USDC menekankan transparansi cadangan serta kepatuhan regulasi yang lebih ketat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

USDT dan USDC sama-sama termasuk stablecoin yang dirancang untuk menjaga nilai tetap mengikuti dolar AS. Keduanya umumnya memiliki nilai 1:1 dengan dolar AS sehingga sering digunakan untuk transaksi dan perdagangan aset kripto. Meski terlihat mirip, ada beberapa perbedaan penting yang perlu kamu pahami sebelum memilih salah satunya.

Perbedaan USDT dan USDC bisa dilihat dari perusahaan penerbit, transparansi cadangan aset, kepatuhan terhadap regulasi, hingga likuiditas di pasar. USDT dari Tether punya jangkauan penggunaan yang sangat luas, sedangkan USDC dari Circle sejak awal lebih menekankan kepatuhan dan transparansi finansial. Lantas, apa bedanya USDT dan USDC secara lebih lengkap?

  1. 1. Perusahaan penerbitnya berbeda

    ilustrasi USDT
    ilustrasi USDT (unsplash.com/Traxer)

    Perbedaan paling dasar terletak pada perusahaan yang menerbitkan kedua stablecoin tersebut. USDT diterbitkan oleh Tether Limited dan sudah beroperasi sejak 2014, sedangkan USDC diterbitkan oleh Circle.

    Tether mengembangkan USDT sebagai aset digital yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan di pasar kripto global. Karena sudah hadir cukup lama, USDT memiliki penggunaan yang luas di berbagai bursa dan ekosistem kripto.

    Sementara itu, Circle mengembangkan USDC dengan fokus pada penggunaan yang lebih dekat dengan sistem keuangan dan kepatuhan terhadap aturan. Perbedaan latar belakang penerbit ini ikut memengaruhi karakter masing-masing aset.

  2. 2. Transparansi cadangan aset menjadi pembeda

    ilustrasi USDT
    ilustrasi USDT (unsplash.com/DrawKit Illustrations)

    USDT dan USDC sama-sama dirancang agar nilainya mengikuti dolar AS, tetapi cara perusahaan penerbit menyampaikan informasi mengenai aset cadangannya menjadi salah satu perhatian investor. Tether secara berkala memberikan informasi mengenai komposisi cadangan yang mendukung USDT. Namun, perusahaan ini memiliki sejarah panjang menghadapi sorotan terkait transparansi cadangan dan pengawasan regulator.

    Di sisi lain, Circle dikenal lebih menekankan transparansi serta pelaporan mengenai aset yang mendukung USDC. Pendekatan tersebut membuat USDC sering dipandang sebagai pilihan yang lebih berorientasi pada keterbukaan finansial.

  3. 3. Kepatuhan regulasi juga berbeda

    Ilustrasi trading
    Ilustrasi trading (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Aspek regulasi menjadi salah satu hal penting ketika membandingkan USDT dan USDC. USDC sejak awal dirancang dengan pendekatan yang lebih berfokus pada kepatuhan terhadap aturan hukum dan regulasi finansial yang berlaku.

    Circle berusaha menempatkan USDC dalam ekosistem keuangan yang memiliki standar kepatuhan lebih ketat, terutama di negara maju. Hal ini menjadi salah satu alasan USDC banyak dipertimbangkan oleh pengguna yang memperhatikan aspek regulasi.

    USDT memiliki jangkauan global yang sangat luas, tetapi sejarahnya dalam menghadapi pengawasan regulator relatif lebih kompleks. Jadi, kalau kamu mengutamakan aspek kepatuhan, perbedaan pendekatan kedua penerbit ini layak diperhatikan.

  4. 4. Likuiditas dan penggunaan di pasar

    Ilustrasi trading
    Ilustrasi trading (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Dari sisi likuiditas, USDT punya posisi yang sangat kuat di pasar kripto global. Volume perdagangan yang besar membuat USDT tersedia di banyak bursa dan pasangan perdagangan aset kripto.

    USDC juga memiliki likuiditas yang tinggi dan digunakan secara luas, tetapi tingkat penggunaannya secara global masih berbeda dari USDT. Jangkauan USDT yang sudah terbentuk sejak lama membuatnya lebih mudah ditemukan dalam berbagai transaksi kripto.

    Bagi kamu yang sering melakukan perdagangan aset kripto, likuiditas penting karena dapat memengaruhi kemudahan membeli atau menjual aset. Namun, pilihan antara USDT dan USDC tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, bursa yang digunakan, serta faktor regulasi yang kamu pertimbangkan.

    Jadi, apa bedanya USDT dan USDC? Keduanya sama-sama stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar AS, tetapi memiliki perbedaan pada penerbit, transparansi cadangan, pendekatan terhadap regulasi, dan likuiditas.

    USDT unggul dari sisi jangkauan dan penggunaan di pasar global, sedangkan USDC lebih dikenal dengan pendekatan terhadap transparansi dan kepatuhan regulasi. Sebelum menggunakannya, pastikan kamu memahami karakter masing-masing dan menyesuaikannya dengan kebutuhan transaksi kripto kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More