Jakarta, IDN Times - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) mendorong bank sentral di kawasan Asia Tenggara memperkuat kerja sama untuk menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali mengatakan, perkembangan AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi oleh satu negara secara sendiri. Karena itu, diperlukan pendekatan bersama untuk membangun tata kelola AI yang terpercaya sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung sistem keuangan.
"AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara," ujar Ricky dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali, Senin (5/10/2026).
Adapun konferensi yang mengangkat tema "Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia" mempertemukan berbagai perspektif mengenai perkembangan AI dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral.
Sesi diskusi panel menghadirkan narasumber dari European Central Bank, Bank of Korea, Hong Kong Monetary Authority, Banque de France, Asian Development Bank Institute, University of Tokyo, Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), dan Bank Rakyat Indonesia.
