Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Masih dalam Sasaran BI

3 min read
Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Masih dalam Sasaran BI
Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan dan 0,30 persen secara bulanan, masih dalam sasaran Bank Indonesia.

  • Inflasi inti turun, sementara kenaikan harga pangan membuat inflasi volatile food meningkat menjadi 5,03 persen.

  • Harga BBM nonsubsidi mendorong inflasi administered prices, sedangkan pengendalian melibatkan BI dan pemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 masih berada dalam sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHK pada September 2026 mengalami inflasi 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Dengan demikian, inflasi secara tahunan tercatat 3,28 persen (year-on-year/yoy).

"Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Dia mengatakan, perkembangan tersebut juga didukung kerja sama pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah pusat maupun daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Pengendalian inflasi juga didukung penguatan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Nasional. BI memperkirakan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

  1. 1. Inflasi inti turun jadi 2,84 persen

    Ilustrasi Inflasi (Foto: IDN Times)
    Ilustrasi Inflasi (Foto: IDN Times)

    Inflasi inti pada September 2026 tercatat 0,10 persen secara bulanan. Angka tersebut turun dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 0,21 persen.

    Perkembangan inflasi inti dipengaruhi ekspektasi inflasi yang tetap terjaga di tengah harga komoditas global yang masih tinggi. Komoditas yang paling banyak menyumbang inflasi inti pada September berasal dari biaya kuliah akademi dan perguruan tinggi. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,84 persen pada September 2026, turun dari 2,92 persen pada bulan sebelumnya.

    "Inflasi inti secara tahunan ini antara lain banyak disumbang oleh komoditas emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia," ujar Ramdan.

  2. 2. Harga bahan pangan naik dan inflasi volatile food 5,03 persen

    IMG_20260731_084454.jpg
    Penjualan ayam, telur, daging, hingga sayuran di Pasar Tradisional Cihapit, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Kelompok volatile food mengalami inflasi 1,46 persen secara bulanan pada September 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi 0,88 persen pada Agustus 2026.

    Kenaikan tersebut terutama berasal dari cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Perkembangan harga komoditas tersebut terjadi seiring penurunan produksi di sejumlah daerah sentra akibat gangguan cuaca serta kenaikan biaya input produksi. Secara tahunan, inflasi volatile food mencapai 5,03 persen pada September 2026, naik dari 4,06 persen pada bulan sebelumnya.

    "Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID," tuturnya.

    Dukungan juga datang dari pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Upaya yang dilakukan juga mencakup antisipasi dampak cuaca ekstrem El Nino terhadap harga bahan pangan.

  3. 3. Harga BBM dorong inflasi administered prices

    ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

    Kelompok administered prices mengalami inflasi yang rendah dan mendekati 0 persen secara bulanan pada September 2026. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 yang mengalami deflasi 0,33 persen.

    "Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh bensin dan solar seiring peningkatan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada September 2026 di tengah penurunan tarif angkutan udara," katanya.

    Secara tahunan, inflasi administered prices tercatat 3,25 persen pada September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 3,32 persen.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More