Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banyak Sentimen Negatif, Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp14.646

Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (13/6/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 93 poin ke level Rp14.646 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.553 per dolar.

1. Rupiah diprediksi melemah di penutupan

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah bisa melemah terhadap dolar AS hari ini karena sentimen The Federal Reserve (the Fed).

Ariston mengatakan sentimen the Fed menguat lagi setelah data inflasi konsumen AS bulan Mei yang dirilis Jumat malam menunjukkan kenaikan inflasi tertinggi selama 40 tahun di 8,6 persen.

“Inflasi AS yang masih belum menurun menjadi alasan bagi Bank Sentral AS untuk menjalankan kebijakan pengetatan moneter yang lebih agresif,” katanya.

2. Yield obligasi pemerintah AS naik

Ariston lebih lanjut mengatakan bahwa penguatan sentimen the Fed ini tercermin di kenaikan yield obligasi pemerintah AS.
“Yield tenor 10 tahun kembali mendekati level 3,2 persen yang adalah level tinggi tahun ini yang terjadi di bulan Mei lalu,” ujarnya.

3. Sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif

Selain itu, menurut Ariston, sentimen pasar terhadap aset berisiko juga terlihat negatif. Indeks saham Asia dibuka negatif. Bitcoin juga bergerak menurun, sudah bergerak di bawah 30 ribu dolar AS.

Ariston juga mengatakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi global bakal menekan pertumbuhan ekonomi, dan juga menjadi pemicu sentimen negatif pasar terhadap aset berisiko. “Perekonomian Indonesia juga akan mendapatkan dampak negatif karena harga-harga pangan dan komoditi yang terus naik,” jelasnya.

Ariston mengatakan potensi pelemahan rupiah ke arah Rp14.650, dengan support di kisaran Rp14.550.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Rehia Sebayang
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us