Jakarta, IDN Times - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, Indonesia mencatat surplus produksi beras terhadap kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang semester I-2026. Jumlahnya diperkirakan mencapai 3,79 juta ton.
Sejalan dengan itu, pemerintah melakukan langkah intensif yang tepat untuk menyerap setara beras produksi dalam negeri untuk menjaga harga di tingkat petani padi.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah memberikan jaring pengaman harga bagi petani. Itu berupa kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) minimal Rp6.500 per kilogram (kg) yang dijalankan melalui Perum Bulog.
"Caranya adalah kebijakan harga pangan di tingkat petani. Harga gabah kita jaga Rp6.500. Harganya sudah dinaikkan. HPP pemerintah yang membuat petani bahagia, itu Rp6.500 per kilo," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).
