Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Begini Cara Bank Sentral Menjalankan Kebijakan Moneter Ketat
Ilustrasi Gambar Gedung Bank Indonesia , Sumber : Website Bank Indonesia-Publikasi Ruang Media
  • Kebijakan moneter ketat diterapkan bank sentral untuk menekan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan menaikkan suku bunga serta mengurangi jumlah uang beredar.
  • The Fed menggunakan instrumen seperti federal funds rate, persyaratan cadangan minimum, dan operasi pasar terbuka untuk mengatur likuiditas serta memengaruhi biaya pinjaman dan tabungan.
  • Dalam pengetatan moneter, bank sentral menjual surat utang pemerintah guna menyerap likuiditas pasar, sedangkan pelonggaran dilakukan dengan menurunkan suku bunga dan membeli surat utang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kebijakan moneter ketat atau kontraktif digunakan bank sentral untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat, mengurangi pengeluaran, dan menekan inflasi yang meningkat pesat.

Bank sentral umumnya menerapkan kebijakan tersebut dengan menaikkan suku bunga jangka pendek, seperti discount rate dan federal funds rate. Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman lebih mahal sehingga minat masyarakat dan pelaku usaha untuk meminjam berkurang.

Selain itu, sebagaimana dilansir Investopedia, bank sentral juga dapat menjual aset yang dimilikinya melalui operasi pasar terbuka (open market operations/OMO) guna menyerap likuiditas dari pasar.

1. Federal funds rate menjadi instrumen utama

ilustrasi suku bunga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Bank sentral menggunakan kebijakan moneter untuk mengatur berbagai aspek dalam perekonomian. Salah satu instrumen utamanya ialah federal funds rate, yakni suku bunga acuan untuk transaksi pinjam-meminjam dana antarbank.

Kenaikan suku bunga acuan biasanya diikuti kenaikan suku bunga pinjaman, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR), kartu kredit, dan pinjaman lainnya. Dampaknya, biaya pinjaman meningkat sehingga permintaan kredit menurun. Sebaliknya, suku bunga simpanan naik sehingga menabung menjadi lebih menarik.

Selain menaikkan suku bunga, bank sentral juga dapat meningkatkan persyaratan cadangan minimum bagi bank untuk mengurangi jumlah uang beredar. Bank sentral juga dapat menjual surat utang pemerintah di pasar terbuka. Penjualan tersebut menekan harga obligasi dan meningkatkan imbal hasil.

Kebijakan moneter ketat berbeda dengan kebijakan fiskal ketat yang dilakukan melalui kenaikan pajak atau pengurangan belanja pemerintah. Sementara itu, penurunan suku bunga untuk mendorong aktivitas ekonomi dikenal sebagai pelonggaran moneter (monetary easing).

2. Pengetatan dilakukan dengan menyerap likuiditas

ilustrasi likuiditas (pexels.com/Kaboompics.com)

Dalam kebijakan moneter ketat, bank sentral seperti The Fed misalnya, dapat menjual surat utang pemerintah AS di pasar terbuka untuk menyerap kelebihan likuiditas. Langkah tersebut mengurangi jumlah dana yang beredar di pasar.

Berkurangnya jumlah uang beredar membantu menekan inflasi dan menjaga nilai mata uang domestik. Karena itu, kebijakan pengetatan biasanya diterapkan ketika pertumbuhan ekonomi sedang kuat.

Sebaliknya, dalam kebijakan moneter longgar, bank sentral menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya pinjaman lebih murah sehingga permintaan kredit dan jumlah uang beredar meningkat.

Sejumlah negara juga pernah menerapkan suku bunga hingga nol, bahkan negatif. Kondisi tersebut mempermudah akses pinjaman dan dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan permintaan kredit.

3. Tiga instrumen utama kebijakan moneter

ilustrasi kebijakan moneter (Freepik.com/nafan1980)

Bank sentral memiliki tiga instrumen utama kebijakan moneter, yakni persyaratan cadangan minimum (reserve requirements), discount rate, dan operasi pasar terbuka (open market operations).

Persyaratan cadangan mengatur besaran dana yang wajib disimpan bank, discount rate merupakan suku bunga pinjaman bank kepada bank sentral, sedangkan operasi pasar terbuka dilakukan melalui pembelian maupun penjualan surat utang pemerintah.

Dalam kebijakan moneter ketat, bank sentral menaikkan suku bunga, meningkatkan persyaratan cadangan, dan menjual surat utang pemerintah untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, dalam kebijakan moneter longgar, bank sentral menurunkan suku bunga, mengurangi persyaratan cadangan, dan membeli surat utang pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Editorial Team

Related Article