Purbaya soal Efisiensi MBG: Kalau Saya Maunya Nol, tapi Tidak Bisa

- Purbaya menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap dijalankan meski anggarannya ditekan, karena program ini dianggap penting dan memiliki tujuan baik bagi masyarakat.
- Efisiensi lanjutan MBG sedang dibahas agar anggaran di bawah proyeksi Rp268 triliun tanpa mengurangi kualitas makanan, demi menjaga keberlanjutan fiskal negara.
- Kementerian Keuangan siap mendukung pengawasan dan penyediaan SDM keuangan untuk memastikan tata kelola serta pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menginginkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditekan serendah mungkin. Meski begitu, ia menegaskan anggaran program tersebut tidak mungkin dihapus karena MBG merupakan program prioritas pemerintah yang memiliki tujuan baik.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai upaya efisiensi anggaran MBG yang tengah dibahas pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kalau saya maunya nol, tapi kan tidak bisa karena anggarannya sudah ditetapkan. Programnya sendiri bagus, tinggal implementasinya yang perlu terus diperbaiki," kata Purbaya.
1. Tata kelola dan pengawasan jadi kunci utama pelaksanaan MBG agar optimal

Ia menilai, perbaikan tata kelola dan pengawasan menjadi kunci agar program tersebut memberi manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa membebani kondisi fiskal. Oleh karena itu, langkah efisiensi yang sedang dilakukan BGN diharapkan dapat membuat program MBG berjalan lebih efektif, akuntabel, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa membebani kondisi fiskal negara.
"Kami punya banyak personel di seluruh kabupaten dan kota, baik dari perbendaharaan maupun Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), yang bisa ikut membantu pengawasan," ujarnya.
Purbaya menilai koordinasi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BGN kini berjalan jauh lebih baik dibandingkan pada tahap awal pelaksanaan program.
"Kerja sama dengan BGN sekarang semakin baik. Kalau dulu waktu awal saya masuk sempat banyak perdebatan, sekarang sudah tidak lagi. Saya harap ke depan semakin bagus," ujarnya.
2. Bakal ada efisiensi lanjutan dari program MBG

Purbaya juga mengungkapkan adanya pembahasan mengenai efisiensi lanjutan anggaran MBG. Namun, ia enggan menjelaskan rincian efisiensi yang akan dilakukan oleh BGN.
"Kemarin saya bertemu Kepala BGN, beliau melaporkan akan ada efisiensi lanjutan dalam program MBG. Saya pikir nilainya cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," ujar Purbaya.
Ia memastikan kebutuhan anggaran program tersebut akan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar Rp268 triliun. Purbaya menegaskan, efisiensi anggaran dilakukan untuk memperkuat keberlanjutan fiskal sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
"Nanti anggarannya akan di bawah itu (Rp268 triliun). Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman," ujarnya.
Meski demikian, Purbaya memastikan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas maupun porsi anggaran untuk menu makanan bagi para penerima manfaat. Semula, pagu anggaran MBG tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp335 triliun.
3. Kemenkeu siap sediakan SDM untuk bantu program MBG

Selain pengawasan, Purbaya mengatakan, Kemenkeu juga siap mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan MBG, terutama di bidang keuangan dan tata kelola anggaran.
"Kalau perlu tenaga finansial dan keuangan, kami dari Kementerian Keuangan siap membantu. Harusnya ke depan akan lebih baik," tuturnya.



















