ilustrasi seseorang yang memegang beberapa uang kertas rupiah Indonesia (pexels.com/Ahsanjaya)
Jika sebelumnya insentif tersebut hanya mencakup transaksi portfolio inflows, kini cakupannya diperluas ke pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment (FDI). Kebijakan tersebut turut mendukung pergerakan rupiah. Rupiah sempat menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, sebelum kembali mendapat tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian kondisi global.
Berdasarkan data BI, data hingga 22 September 2026, rupiah tercatat di level Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78 persen secara point to point (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2026. Ke depan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah tetap bergerak stabil dengan dukungan komitmen stabilisasi BI, imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, serta prospek perekonomian domestik yang tetap baik.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Destry.