Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BI Sebut Modal Asing Mulai Masuk RI, Nilainya Rp152 Triliun!

BI Sebut Modal Asing Mulai Masuk RI, Nilainya Rp152 Triliun!
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Bank Indonesia mencatat arus masuk modal asing sebesar 8,5 miliar dolar AS atau Rp152,14 triliun pada kuartal II-2026.
  • Investasi portofolio asing terutama masuk melalui Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, menurut Pjs Gubernur BI Destry Damayanti.
  • BI memperkirakan aliran modal berlanjut pada kuartal III-2026 karena imbal hasil domestik meningkat, sekaligus menambah cadangan devisa yang akhir Juni mencapai 144,9 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyatakan arus modal asing mulai masuk ke Indonesia pada kuartal II-2026.

Nilainya mencapai 8,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau setara Rp152,14 triliun jika dikonversikan dengan kurs rupiah pada 30 Juni 2026 yang sebesar Rp17.899 per dolar AS.

1. Modal asing masuk RI melalui SBN dan SRBI

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan masuknya modal asing itu berasal dari investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Aliran investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS terutama didukung SBN dan SRBI," kata Destry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Senin (3/8/2026).

2. Bakal berlanjut sampai ke kuartal III-2026

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

BI optimistis aliran modal asing yang masuk ke Indonesia akan berlanjut sampai kuartal III-2026. Hal itu didorong oleh meningkatnya imbal hasil (yield) instrumen keuangan domestik. Menurutnya, upaya itu akan meningkatkan minat investor global pada aset keuangan Indonesia.

"Kemudian berlanjut pada triwulan III 2026, seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik," tutur Destry.

3. Menambah cadev RI

Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Destry mengatakan, masuknya modal asing ke Indonesia akan mendongrak cadangan devisa (cadev) negara.

“Jadi tentunya itu akan menambah cadev kita,” ucap Destry.

Adapun posisi cadev Indonesia per akhir Juni 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS, atau. Jika dirupiahkan, posisi cadangan devisa per akhir Juni 2026 ialah sebesar Rp2.593,6 triliun.

Dalam pernyataan resmi BI, posisi cadev tersebut dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More