Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying dalam operasi moneter dengan memasukkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi.
"Perluasan ini merupakan salah satu upaya penguatan pelaksanaan kebijakan moneter melalui operasi moneter pro-market yaitu operasi moneter yang terintegrasi dengan pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA)," ungkap Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangan tertulis, Senin (5/9/2026).
