Jakarta, IDN Times - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengangkat Purnawirawan TNI, Teguh Arief Indratmoko, menjadi Direktur Utama (Dirut) Perum PERURI.
Teguh menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang telah menjabat sebagai Dirut PERURI selama lebih dari 8 tahun 7 bulan, sejak 20 November 2017.
Berdasarkan informasi yang beredar, jabatan terakhir Teguh di TNI ialah Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan pemilihan purnawirawan TNI dilakukan sesuai kebutuhan.
“Oh, tergantung kebutuhan kebutuhan kan kita. Jadi semua apa penempatan direksi itu, tergantung kebutuhan kita,” kata Dony di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dony mengatakan, PERURI kini fokus sebagai perusahaan teknologi high security membutuhkan sosok tersebut.
“Kita butuh bahwa... PERURI ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya,” tutur Dony.
Dia menekankan, PERURI bukanlah perusahaan yang fokus pada komersial. Di sisi lain, entitas itu masih berstatus Perusahaan Umum (Perum).
“Ya, jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya, PERURI ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol... Tadi kan, karena ini bukan bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya,” ucap Dony.
Selain Teguh, BP BUMN juga mengangkat Geerhan Lantara sebagai Ketua Ketua Dewan Pengawas PERURI, menggantikan Marlinson Hakim. Geerhan merupakan Purnawirawan TNI-AD, yang pangkat terakhirnya adalah Letnan Jenderal TNI.
