Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar

Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • BEI tengah melakukan reformasi pasar modal untuk memperkuat transparansi dan integritas, menanggapi evaluasi dari penyedia indeks global seperti MSCI, FTSE Russel, dan S&P Dow Jones Indices.
  • Pembekuan rebalancing oleh MSCI dan FTSE menghambat arus dana pasif ke saham Indonesia, namun BEI optimistis reformasi akan membuka peluang lebih besar di jangka menengah-panjang.
  • Sebanyak enam saham RI dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan beberapa lainnya dari FTSE GEIS, termasuk AMRT, AMMN, BREN, DSSA, GOTO, serta NCKL.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan sedang melakukan reformasi di pasar modal untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, upaya itu merupakan tindak lanjut dari evaluasi para penyedia indeks global terhadap Indonesia, salah satunya dari MSCI Inc, FTSE Russel, hingga S&P Dow Jones Indices (DJI).

Evaluasi yang diberikan para penyedia indeks global menitikberatkan pada transparansi saham emiten-emiten yang tercatat sebagai pengisi indeks. Alhasil, banyak saham Indonesia yang turun kasta, bahkan keluar dari indeks global.

“Saya kira kita sama-sama sepakat bahwa kita harus sama-sama jaga market transparency dan market integrity kita. Itu yang menjadi dua pokok bahasan kalau kita berdiskusi dengan seluruh index provider maupun global investors,” ucap Jeffrey dalam acara Investment Forum di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

1. Ingin saham RI bisa masuk dengan cara yang lebih baik dan benar

Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Jeffrey mengatakan, pihaknya sangat senang jika makin banyak saham Indonesia yang masuk dalam indeks global. Namun, akan lebih baik jika saham-saham emiten Tanah Air bisa masuk ke dalam indeks global dengan cara yang lebih baik dan benar.

“Kami tentu akan sangat senang kalau semakin banyak perusahaan tercatat di bursa ini bisa masuk ke global index. Tetapi kami juga tentu akan lebih senang kalau itu masuk dengan cara yang baik dan benar,” tutur Jeffrey.

2. Potensi masuknya arus dana pasif terhambat

Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)

Saat ini, MSCI Inc dan FTSE Russel masih melakukan pembekuan rebalancing index bagi saham-saham Indonesia. Hal itu disoroti akan menutup potensi masuknya arus dana pasif (passive inflows) dari produk investasi yang mengacu pada indeks MSCI maupun FTSE Russel.

Jeffrey tak menampik hal tersebut. Menurutnya, kondisi itu memang menjadi konsekuensi yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Tentu konsekuensi jangka pendeknya demikian. Akan ada beberapa saham dari Indonesia yang akan dikeluarkan dari global index provider,” ujar Jeffrey.

Namun, dengan adanya reformasi yang dilakukan saat ini, dia meyakini, dalam jangka menengah-panjang, akan jauh lebih banyak saham emiten Tanah Air yang masuk ke indeks global.

“Untuk jangka menengah panjangnya kami yakin ke depannya akan jauh lebih banyak saham-saham Indonesia yang masuk ke MSCI, FTSE, dan S&P,” ucap Jeffrey.

3. Daftar saham RI yang didepak MSCI Inc hingga FTSE

Saham RI Didepak MSCI-FTSE, BEI: Kami Ingin Masuk dengan Cara Benar
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Berdasarkan hasil rebalancing index MSCI, sebanyak enam saham Indonesia keluar dari Global Standard Index, yakni:

  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Untuk Alfamart (AMRT) sendiri setelah keluar dari Global Standard Index, turun kasta ke Global Small Cap Index. Kemudian, ada 13 saham yang dikeluarkan dari Global Small Cap Index, yaitu:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Sementara itu, ada empat saham emiten RI yang terdepak dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap Index, sebagai berikut:

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  2. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
  4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Kemudian, ada empat saham Indonesia yang keluar dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Micro Cap Index:

  1. PT Hillcon Tbk (HILL)
  2. PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA)
  3. PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)
  4. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More