PTDI Pindahkan Empat Bisnis Dirgantara ke Bandara Kertajati

- PT Dirgantara Indonesia memindahkan empat portofolio bisnisnya ke Bandara Kertajati, mencakup manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan engineering services di lahan sekitar 150-200 hektare.
- Pembangunan fasilitas MRO menjadi tahap awal pengembangan untuk meningkatkan kesiapan armada pesawat yang kini mencapai 80 persen serta menjawab keterbatasan area di Bandung.
- Kertajati disiapkan sebagai kawasan industri kedirgantaraan terpadu, sementara Bandung tetap berperan sebagai pusat inovasi, riset, desain, dan pengembangan sumber daya manusia PTDI.
Jakarta, IDN Times - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengembangkan kawasan industri kedirgantaraan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, pengembangan tersebut mencakup empat portofolio bisnis, yakni manufaktur pesawat, maintenance, repair, and overhaul (MRO), aerostructure, serta engineering services.
Gita menyampaikan, keseluruhan fasilitas yang akan dikembangkan memiliki luas sekitar 150-200 hektare (ha). Pemindahan seluruh portofolio bisnis tersebut akan dilakukan secara bertahap dari fasilitas PTDI di Bandung ke Kertajati.
"Empat-empatnya kami akan pindahkan dengan areal seluas kurang lebih 200," kata Gita dalam acara penandatanganan nota kesepahaman PTDI dan BIJB terkait pemanfaatan kawasan sisi barat Bandara Kertajati, Rabu (15/7/2026).
1. PTDI tingkatkan fasilitas MRO untuk dukung kesiapan armada

Gita menjelaskan, pembangunan fasilitas MRO menjadi tahap awal pengembangan PTDI di Kertajati. Fasilitas tersebut diperlukan untuk mendukung kesiapan armada pesawat atau fleet readiness yang saat ini berada di angka 80 persen.
Menurut dia, kebutuhan MRO akan semakin besar seiring bertambahnya jumlah pesawat yang diproduksi dan dioperasikan. Pengembangan fasilitas tersebut juga tidak memungkinkan dilakukan di Bandung karena keterbatasan area.
"Nah, ini penting karena pertama adalah fleet readiness kita adalah 80 persen. Sustainability pesawat nanti memerlukan MRO dan itu tidak mungkin di Bandung," tuturnya.
2. Kertajati diproyeksikan jadi industri kedirgantaraan terpadu

Gita menyebut, Kertajati memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri kedirgantaraan nasional terpadu. Kawasan tersebut nantinya akan mencakup fasilitas manufaktur, MRO, aerostructure, hingga engineering services.
Selain menjadi pusat kegiatan PTDI, kawasan tersebut juga dirancang sebagai tempat kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra global.
"Saya yakin kalau ini bisa terbangun maka bukan hanya sustainability tapi keunggulan produk yang berkesinambungan akan terjadi," ujar Gita.
3. Bandung tetap jadi pusat inovasi PTDI

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pengembangan Kertajati menjadi bagian dari upaya menjawab keterbatasan yang dihadapi PTDI di Bandung. Menurut AHY, keterbatasan tersebut berkaitan dengan area, produksi, operasional, downtime fasilitas produksi, kesulitan suku cadang mesin, hingga keterbatasan lahan untuk pengembangan.
Meski sebagian kegiatan operasional dikembangkan di Kertajati, Bandung tetap memiliki peran penting sebagai pusat inovasi PTDI. Bandung akan tetap menjadi pusat desain, riset, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pendidikan dan pelatihan.
"Oleh karena itu, strateginya harus ganda, strateginya harus dijalankan secara paralel. Tidak kemudian kita meninggalkan Bandung begitu saja, karena Bandung harus tetap menjadi hub sentra inovasi, brain-nya," kata AHY.





















