Prabowo Dijadwalkan Resmikan Groundbreaking Blok Masela Besok

- Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan groundbreaking proyek gas raksasa Blok Masela pada 16 Juli 2026, dengan mekanisme kehadiran yang masih menunggu keputusan Mensesneg atau Seskab.
- Konstruksi Blok Masela akan dimulai pada 2027 setelah FID rampung dan ditargetkan berproduksi pada 2029–2030, menjadikannya salah satu cadangan gas alam terbesar di Indonesia.
- Proyek Blok Masela sempat tertunda hampir tiga dekade akibat perdebatan konsep pembangunan, namun kini pemerintah menegaskan percepatan realisasi dengan memberi tekanan kepada Inpex untuk segera memulai.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan groundbreaking proyek Blok Masela akan digelar pada Kamis (16/7/2026). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan dimulainya proyek gas raksasa tersebut.
Bahlil belum memastikan apakah Prabowo langsung ke lokasi atau meresmikan secara virtual. Menurut dia, keputusan mengenai mekanisme kehadiran presiden masih menunggu penetapan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) atau Sekretaris Kabinet (Seskab).
"Nanti kita lihat ya. Tapi besok insyaallah presiden akan yang meresmikan itu, groundbreaking Blok Masela ya," kata Bahlil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
1. Produksi ditargetkan 2029-2030
.jpg)
Bahlil sebelumnya menyampaikan konstruksi proyek Blok Masela akan dimulai pada 2027 setelah Final Investment Decision (FID) rampung. Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029-2030.
Blok Masela merupakan wilayah kerja minyak dan gas (WK Migas) di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Di kawasan tersebut terdapat Lapangan Gas Abadi yang menjadi salah satu cadangan gas alam terbesar di Indonesia.
"FID-nya sudah selesai, 2027 awal konstruksi dan ditargetkan 2029-2030 sudah bisa berproduksi dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil, dikutip dari YouTube INDEF, Jumat (26/6).
2. Pengembangan Blok Masela tertunda hampir tiga dekade

Bahlil mengatakan, pemerintah tengah mempercepat pengembangan lapangan migas yang sudah memiliki Plan of Development (POD), tetapi belum masuk tahap produksi. Salah satunya adalah Blok Masela yang selama sekitar 28 tahun belum terealisasi.
Dia menyebut, keterlambatan proyek itu tidak lepas dari panjangnya pembahasan mengenai konsep pembangunan fasilitas produksi pada masa pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Saat itu, pembahasan berfokus pada pilihan pembangunan fasilitas di laut (offshore) atau di darat (onshore).
Menurut Bahlil, perbedaan pandangan dari akademisi maupun pakar perminyakan membuat pembahasan berlangsung cukup lama karena masing-masing memiliki pertimbangan teknis dalam menentukan skema pengembangan proyek.
"Masela ini sudah 28 tahun dikuasai oleh Inpex Jepang dan nggak selesai-selesai tahap produksi," ujar mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
3. Pemerintah mendorong proyek segera direalisasikan

Setelah melalui berbagai kajian, pemerintah memilih opsi yang dinilai paling cepat untuk direalisasikan. Bahlil mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan proyek yang telah diputuskan dapat segera dijalankan.
"Nah, akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu sama Inpex, kalau lu nggak jalan, saya cabut izin lu," ujar Bahlil.



![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)
















