Bos Danantara Ungkap Kelanjutan Wacana Pembentukan BUMN Tekstil

Wacana pembentukan BUMN tekstil oleh BPI Danantara masih terbuka.
Danantara mempertimbangkan pembangunan perusahaan baru serta pengembangan perusahaan tekstil yang sudah ada.
Industri TPT menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dan ekspornya disebut mencapai sekitar 12 miliar dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Wacana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terkait pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil masih terbuka.
Namun, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan pembangunan perusahaan tekstil baru, tetapi juga melihat sejumlah perusahaan yang sudah ada dan dinilai berpotensi dikembangkan, dengan melihat kondisi mesin dan teknologi yang digunakan.
"Kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi kita juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan," katanya dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
1. Danantara pertimbangkan dampak ke lapangan kerja dan imbal hasil

ilustrasi para pekerja kerah biru di sebuah pabrik tekstil yang terorganisir sedang menangani kain (pexels.com/EqualStock IN) Rosan mengatakan, pertimbangan tersebut tetap harus sejalan dengan fungsi Danantara sebagai pengelola investasi. Perusahaan yang dikembangkan harus memiliki potensi menciptakan banyak lapangan kerja sekaligus memberikan imbal hasil (return) investasi yang baik.
"Selama memang dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya tinggi dan tetap masih, karena kita adalah Danantara, kita tetap mengutamakan agar investasinya itu mempunyai return yang baik," ujar dia.
2. Industri tekstil jadi perhatian Prabowo

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet) Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan persoalan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) telah dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto. Airlangga didampingi CEO Danantara dan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria.
"Dalam arahan tadi terhadap Pak Presiden, kita sampaikan bahwa TPT ini tumbuhnya di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 5,6 persen. Dan untuk industri barang kulit dan alas kaki tumbuhnya 8,25 persen," kata Airlangga.
3. Industri TPT serap sekitar 4 juta tenaga kerja

Pabrik tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS). Airlangga menjelaskan, industri TPT terdiri dari sektor hulu, antara, hingga hilir. Sektor tersebut menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja.
Dari sisi perdagangan, ekspor TPT disebut mencapai sekitar 12 miliar dolar AS. Industri tersebut juga menjadi salah satu sektor padat karya yang dinilai strategis.
"Nah kemudian ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis," kata mantan Menteri Perindustrian (Menperin) itu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















