Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Hasan mengemukakan pengumuman klasifikasi pasar MSCI sejalan dengan hasil evaluasi lembaga penyedia indeks global lainnya, FTSE Russell, beberapa waktu lalu.
“Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa major markets seperti Tiongkok dan India,” tutur Hasan.
Dia mengatakan, Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell.
“Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets, bahkan secara khusus memberikan highlight terkait inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal yang telah dan sedang kita gulirkan,” kata Hasan.
Dia memastikan, hasil evaluasi MSCI itu bukanlah tujuan akhir. OJK dan Self-Regulatory Organizations(SRO) akan terus memperkuat dan mengakselerasi implementasi agenda-agenda reformasi di pasar modal dalam negeri, dengan dukungan koordinasi dan sinergi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.
“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.