Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Taiwan Genjot Promosi Pariwisata, Bidik Turis Indonesia

Taiwan Genjot Promosi Pariwisata, Bidik Turis Indonesia
Taiwan semakin gencar membidik wisatawan Indonesia. (Dok/Istimewa).
  • Taiwan menggenjot promosi pariwisata di Indonesia menjelang libur akhir tahun dan Tahun Baru 2027, didorong 9,16 juta perjalanan luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025.
  • Taiwan memperkuat layanan ramah Muslim, termasuk makanan halal dan ruang salat, serta menawarkan destinasi di luar Taipei seperti Alishan, Sun Moon Lake, pemandian air panas, dan pasar malam.
  • Promosi dikemas interaktif melalui Taiwan Travel Fair dan paket khusus, sambil menonjolkan kuliner serta pengalaman mendalam seperti bersepeda, hiking, wisata pedesaan, kereta api, dan tourism factory.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Taiwan semakin gencar membidik wisatawan Indonesia, terutama menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru 2027. Potensi pasar Indonesia dinilai besar seiring tingginya mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan. Angka tersebut menjadi salah satu alasan Taiwan terus memperkuat promosi pariwisatanya di pasar Indonesia.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Frank Lu, mengatakan promosi Taiwan tidak hanya diarahkan untuk menjual paket perjalanan, tetapi juga untuk memperkenalkan destinasi secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, Taiwan terus memperluas daya tarik pariwisatanya dengan mengandalkan kekayaan alam, budaya, kuliner, hingga pengalaman lokal. Selain itu, aspek pariwisata ramah Muslim dan berkelanjutan juga menjadi perhatian.

"Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia," kata Frank.

  1. 1. Perkuat wisata ramah Muslim

    IMG-20260816-WA0001.jpg
    Taiwan semakin gencar membidik wisatawan Indonesia. (Dok/Istimewa).

    Taiwan terus meningkatkan fasilitas untuk wisatawan Muslim, mulai dari ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudu. Upaya tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

    Frank mengatakan, pencapaian tersebut menjadi salah satu modal Taiwan untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

    "Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim," ujarnya.

    Taiwan juga mulai mendorong wisatawan Indonesia untuk tidak hanya berkunjung ke Taipei. Sejumlah destinasi lain seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta berbagai destinasi budaya lokal turut diperkenalkan.

  2. 2. Strategi promosi tahun ini disesuaikan dengan gaya hidup wisatawan Indonesia

    Ilustrasi Promo/Diskon (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Promo/Diskon (IDN Times/Arief Rahmat)

    Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou, mengatakan strategi promosi tahun ini juga disesuaikan dengan gaya hidup wisatawan Indonesia, khususnya keluarga dan generasi muda. Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, misalnya, dikemas lebih interaktif melalui pertunjukan budaya, area foto bertema destinasi Taiwan, kegiatan DIY, kuis wisata, hingga undian berhadiah.

    Selain mendapatkan informasi perjalanan, pengunjung juga dapat menemukan berbagai paket wisata yang ditawarkan pelaku industri pariwisata. Sejumlah agen perjalanan memberikan penawaran khusus selama pameran, termasuk potongan harga pemesanan, peningkatan kelas hotel, dan suvenir.

    "Mulai dari tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival," ujar Abe.

  3. 3. Kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia

    Abe mengatakan, kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia. Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi sejumlah produk wisata yang banyak diminati. Namun, minat wisatawan Indonesia mulai bergeser dari sekadar mengunjungi destinasi populer menuju pengalaman perjalanan yang lebih mendalam.

    "Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," kata Abe.

    Menurutnya, aktivitas seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan menggunakan kereta api, hingga kunjungan ke tourism factory mulai diminati wisatawan Indonesia.

    Dengan strategi tersebut, Taiwan berharap promosi pariwisata di Indonesia tidak hanya menghasilkan kunjungan dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat posisi Taiwan sebagai salah satu destinasi pilihan wisatawan Indonesia, terutama pada periode libur akhir tahun dan Tahun Baru.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More