Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AHY Minta Kementerian PU Pulihkan Akses NTT Pascagempa M 7,7

AHY Minta Kementerian PU Pulihkan Akses NTT Pascagempa M 7,7
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • AHY meminta Kementerian PU membuka akses terputus dan memulihkan konektivitas serta layanan dasar di NTT.
  • BPJN NTT menangani 12 titik longsoran di ruas Ruteng–KM 210, KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan Aegela–Batas Kota Ende.
  • Pemerintah menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah tanggap darurat berdasarkan assessment kerusakan serta kebutuhan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membuka akses yang terputus serta memulihkan konektivitas dan layanan dasar masyarakat secepat mungkin di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah dihantam gempa dengan kekuatan 7,7 M.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT saat ini menangani 12 titik longsoran. Tiga titik berada di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik lainnya berada di ruas Aegela–Batas Kota Ende.

“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” kata AHY dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

  1. 1. AHY pantau kondisi infrastruktur pascabencana NTT

    Agus Harimurti Yudhoyono
    Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    AHY menegaskan, sejumlah alat berat berupa loader dan excavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan menjaga akses jalan tetap fungsional. Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas mengingat masih adanya potensi gempa susulan.

    Pemulihan layanan dasar, terutama ketersediaan air bagi masyarakat, juga menjadi prioritas. Kementerian PU terus melakukan inspeksi terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak.

    Berdasarkan pemeriksaan awal, Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual berada dalam kondisi baik, sementara pemeriksaan teknis yang lebih detail masih terus dilakukan. Pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur, ditemukan kerusakan ringan pada bendung serta longsoran yang menutup saluran sekunder.

    BBWS Nusa Tenggara II juga telah menyiagakan berbagai peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane, untuk mempercepat penanganan apabila dibutuhkan di lapangan.

    Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap SPAM Waemese di Labuan Bajo agar pelayanan air minum bagi masyarakat dapat segera dipulihkan. Penanganan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air bagi masyarakat.

    “Prioritas kami dari sisi infrastruktur adalah jangan sampai kerusakan dan terputusnya akses memperberat kondisi masyarakat ataupun menghambat penanganan darurat. Konektivitas dan layanan dasar yang terdampak harus dipulihkan secepat mungkin,” kata AHY.

  2. 2. AHY data semua infrastruktur terdampak di NTT

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin rakor pengembangan jaringan kereta api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin rakor pengembangan jaringan kereta api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (Dok. Kemenkoinfra)

    Selain itu, AHY menegaskan, pemerintah terus melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap kerusakan jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, sistem penyediaan air minum, rumah warga, serta fasilitas publik lainnya. Assessment tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan pada fase berikutnya.

    Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengonsolidasikan langkah Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait lainnya agar respons pemerintah berjalan cepat, terpadu, dan tidak tumpang tindih.

    “Pemerintah terus berkoordinasi dan hadir memastikan proses cepat tanggap darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi atas rumah, infrastruktur, dan fasilitas publik dapat berjalan efektif, cepat, dan tepat guna,” tutur AHY.

  3. 3. Rehabilitasi dikebut paska penanganan darurat

    Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono
    Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    AHY menegaskan penanganan tidak akan berhenti setelah fase tanggap darurat. Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil assessment kerusakan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    Menurut AHY, pemulihan harus dilakukan secara cepat, tepat, aman, dan lebih tangguh. Infrastruktur yang mengalami kerusakan tidak hanya perlu dikembalikan fungsinya, tetapi juga harus dibangun kembali dengan memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

    “Setelah fase darurat, kita harus memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas. Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa sehingga masyarakat juga semakin terlindungi,” ujarnya.

    Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

    Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 51 orang. Data terbaru tersebut merupakan hasil operasi SAR gabungan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More