Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BPDP: Riset dan AI Kunci Inovasi Sektor Perkebunan

1000411310.jpg
BPDP perluas kolaborasi dengan gaet periset untuk riset dan inovasi sektor perkebunan (dok. BPDP)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ingin memperluas kolaborasi dengan melebarkan sayap hingga ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal itu dilakukan salah satunya lewat partisipasi dalam Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2025.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menjelaskan, partisipasi BPDP di InaRI Expo merupakan bagian dari upaya memperluas cakupan pemangku kepentingan promosi, khususnya dengan menjangkau kalangan peneliti dan akademisi.

“Selama ini kami sudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD, jurnalis, hingga pelaku UMKM. Melalui InaRI Expo, kami ingin membuka kolaborasi baru dengan para periset yang dapat berkontribusi mengembangkan riset dan inovasi di sektor perkebunan,” ujar Helmi, dikutip Senin (10/11/2025).

1. Hasil riset yang dibawa BPDP

Ilustrasi Sawit (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Sawit (IDN Times/Arief Rahmat)

Helmi menambahkan, BPDP membawa sejumlah hasil riset dan inovasi dari program Grant Riset Sawit, termasuk karya mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diberi nama RAWITS atau Radar Sawit ITS dan PALMA X-1 dari Universitas Pancasila.

Selain itu, BPDP juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM binaan yang berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao.

“Kegiatan ini menjadi ajang diseminasi dan promosi hasil riset sawit sekaligus memperkenalkan potensi UMKM berbasis perkebunan. Kami berharap ada banyak masukan dari para periset yang bisa membantu pengembangan UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan,” ujar Helmi.

2. Pemanfaatan AI

ilustrasi AI
ilustrasi AI (unsplash.com/Igor Omilaev)

Dengan mengusung tema “Unlocking Innovation, Empowering the Future with AI”, InaRI Expo 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan peneliti, industri, dan lembaga pendanaan riset.

BPDP pun menilai momentum ini penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi akal imitasi alias artificial intelligence (AI) dalam pengembangan riset dan pemasaran produk perkebunan berkelanjutan.

“Topik tentang AI yang diangkat BRIN tahun ini sangat relevan. Kami melihat peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan dalam riset dan pengelolaan komoditas seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa, termasuk untuk mendukung digitalisasi UMKM,” tutur Helmi.

3. Komitmen BPDP memperkuat ekosistem riset dan inovasi sektor perkebunan

IMG_20250827_091208.jpg
Booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Indonesia Summit 2025. (Evan Yulian/IDN Times)

Melalui partisipasi di InaRI Expo 2025, Helmi menegaskan komitmen BPDP untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di sektor perkebunan.

“Sinergi antara peneliti, akademisi, dan pelaku UMKM diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset sekaligus meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga hingga Desember 2025

09 Jan 2026, 12:10 WIBBusiness