Soroti Akses Pembiayaan, Calon Ketua HIPMI Gagas Youth Development Bank

- Anthony Leong, calon Ketua Umum HIPMI, menggagas pembentukan Youth Development Bank sebagai solusi atas sulitnya akses pembiayaan bagi pengusaha muda Indonesia.
- Bank ini dirancang memberi pembiayaan berbasis kelayakan bisnis dengan bunga kompetitif dan kurasi ketat dari pemerintah serta asosiasi pengusaha agar lebih berpihak pada wirausaha pemula.
- Gagasan tersebut diharapkan mendorong lahirnya pusat ekonomi baru di daerah dan mempercepat regenerasi pengusaha muda untuk memperkuat perekonomian nasional.
Jakarta, IDN Times - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, melontarkan gagasan besar pembentukan Youth Development Bank dalam debat calon Ketua Umum BPP HIPMI yang digelar di Bali.
Gagasan tersebut menjadi solusi konkret terhadap persoalan klasik yang selama ini dihadapi pengusaha muda Indonesia, yakni sulitnya akses pembiayaan dan minimnya lembaga keuangan yang berpihak kepada wirausaha muda.
1. HIPMI disebut perlu dorong lahirnya lembaga keuangan baru

Karena itu, Anthony menyarankan, HIPMI perlu mendorong lahirnya lembaga keuangan baru yang secara khusus fokus membantu pembiayaan produktif bagi pengusaha muda Indonesia.
“Kami akan mengusulkan kepada pemerintah untuk dibentuk bank baru yang berfokus kepada skema pembiayaan produktif bisnis baru berbasis feasibility study, dengan kurasi yang ketat oleh pemerintah dan asosiasi pengusaha,” ujar Anthony dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Anthony, konsep Youth Development Bank bukan sekadar menghadirkan pinjaman murah, tetapi membangun sistem pembiayaan yang benar-benar berpihak kepada lahirnya generasi pengusaha baru di Indonesia. Ia menjelaskan pembiayaan dalam skema tersebut nantinya diberikan berdasarkan kelayakan bisnis dan potensi usaha, bukan hanya kekuatan agunan atau aset yang dimiliki calon pengusaha.
2. Banyak anak muda punya ide bisnis inovatif dan potensial tapi gagal berkembang

Anthony menilai banyak anak muda Indonesia memiliki ide bisnis yang inovatif dan potensial, namun gagal berkembang karena terhambat sistem pembiayaan konvensional, yang dinilai belum ramah terhadap pengusaha pemula.
“Yang kita perjuangkan bukan sekadar bunga yang murah, melainkan jaminan akses pembiayaan yang nyata bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru,” tegasnya.
Dalam konsep yang ditawarkan, kata Anthony, Youth Development Bank akan menerapkan tingkat suku bunga kompetitif sekitar 2 hingga 3 persen di atas BI Rate, agar tetap sehat secara bisnis namun tetap terjangkau bagi pengusaha muda.
Anthony menekankan, proses kurasi akan menjadi bagian penting agar pembiayaan benar-benar diberikan kepada bisnis yang memiliki prospek dan dampak ekonomi nyata. Kurasi tersebut melibatkan pemerintah serta asosiasi pengusaha untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan usaha yang dibiayai.
Anthony juga menyoroti ketimpangan akses modal antara pengusaha di kota besar dan daerah. Menurutnya, banyak pengusaha muda di daerah memiliki potensi besar, namun kesulitan berkembang karena minim dukungan pembiayaan.
3. Diharapkan bisa jadi penggerak lahirnya pusat ekonomi baru di daerah dan percepat regenerasi

Melalui gagasan Youth Development Bank, menurut Anthony, HIPMI diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah, sekaligus mempercepat regenerasi pengusaha nasional. Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda produktif untuk menghadapi tantangan ekonomi global, bonus demografi, hingga era digitalisasi ekonomi.
“Kalau akses pembiayaan hanya dinikmati kelompok tertentu, maka pengusaha baru akan sulit lahir. Padahal Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.


















