Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BRIN Sodorkan Teknologi ANG ke Prabowo, Diklaim Bisa Gantikan LPG
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • BRIN menyodorkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan.
  • ANG dinilai berpotensi menggantikan LPG karena dapat digunakan pada tekanan di bawah 30 bar.
  • Pengembangan ANG didukung MOF yang telah diuji hingga 700 siklus, tetapi teknologinya belum masuk pasar dan masih perlu dikembangkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (24/6/2026)

Joddy Arya Laksmono menyampaikan tim peneliti telah menghasilkan MOF dengan kemampuan menyerap gas mendekati 95 persen. Pengujian telah mencapai 700 siklus.

Kamis (6/8/2026)

BRIN menyodorkan teknologi ANG kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. Arif Satria menyebut ANG memiliki prospek besar meski belum masuk pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BRIN menyodorkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang diklaim berpotensi menjadi pengganti LPG.
  • Who?
    BRIN, Kepala BRIN Arif Satria, Presiden Prabowo Subianto, dan tim peneliti BRIN terlibat dalam pengembangan serta pengenalan ANG.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Teknologi ANG disodorkan kepada Prabowo pada Kamis (6/8/2026).
  • Why?
    ANG dinilai memiliki prospek besar, berpotensi menjadi bagian revolusi energi, menghemat penggunaan gas, dan mengurangi kebutuhan devisa.
  • How?
    ANG memanfaatkan material adsorben berpori seperti MOF agar gas alam dapat disimpan pada tekanan jauh lebih rendah dibanding CNG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BRIN membawa teknologi ANG kepada Presiden Prabowo di Jakarta. ANG adalah cara menyimpan gas alam dengan bahan bernama MOF. Kata Kepala BRIN, ANG bisa mengganti LPG. Sekarang ANG belum masuk pasar. Para peneliti masih mengembangkannya supaya bisa dipakai lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan ANG didukung riset MOF yang telah menghasilkan kemampuan menyerap gas mendekati 95 persen dan pengujian hingga 700 siklus. Penyimpanan gas pada tekanan lebih rendah juga dinilai BRIN memiliki keunggulan keselamatan, efisiensi penyimpanan, serta potensi pengurangan biaya sistem dan distribusi tabung gas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyodorkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).

Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut ANG menjadi salah satu produk riset yang dinilai memiliki prospek besar meski belum masuk pasar. Menurutnya, ANG berpotensi menjadi salah satu bagian dari revolusi energi di Indonesia sehingga menjadi salah satu teknologi yang akan diperkenalkan kepada Prabowo.

"ANG atau Absorbed Natural Gas ya yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia," katanya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

1. ANG diklaim bisa menjadi pengganti LPG

Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)

Arif mengatakan setiap klaster riset memiliki produk unggulan yang akan dipresentasikan kepada Prabowo. Untuk sektor energi, BRIN mengandalkan teknologi ANG yang dinilai dapat menghemat penggunaan gas sekaligus mengurangi kebutuhan devisa.

Dia menjelaskan, ANG dapat digunakan pada tekanan di bawah 30 bar sehingga berpotensi menjadi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujar Arif.

2. BRIN kembangkan MOF untuk mendukung teknologi ANG

ilustrasi tabung gas (freepik.com/freepik)

Pengembangan ANG di BRIN didukung riset Metal Organic Frameworks (MOF). Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono, sebelumnya menyampaikan tim peneliti telah menghasilkan MOF dengan kemampuan menyerap gas mendekati 95 persen. Pengujian juga telah mencapai 700 siklus.

"Target kami 1000 siklus, artinya MOF bisa digunakan selama minimal lima tahun. Setelah itu, hanya MOF-nya saja yang diganti tetapi tabung tetap sama," katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu (24/6/2026).

3. ANG disimpan pada tekanan lebih rendah dibanding CNG

Ilustrasi tabung gas (unsplash.com/Eric Prouzet)

Dalam pengembangannya, tim peneliti membandingkan kinerja MOF, LPG, dan Compressed Natural Gas (CNG) dari sisi teknis, efisiensi, dan keekonomian.

LPG disimpan dalam bentuk cair pada tekanan relatif rendah dan telah memiliki infrastruktur yang matang. Sementara itu, CNG menggunakan gas alam yang dikompresi hingga tekanan sekitar 200-250 bar sehingga membutuhkan tabung penyimpanan yang lebih kuat.

Berbeda dengan CNG, ANG memanfaatkan material adsorben berpori seperti MOF sehingga gas alam dapat disimpan pada tekanan yang jauh lebih rendah. BRIN menilai teknologi tersebut menawarkan keunggulan dari sisi keselamatan, efisiensi penyimpanan, dan potensi pengurangan biaya sistem, meski masih memerlukan pengembangan sebelum dapat diterapkan secara luas.

MOF merupakan material berpori berbasis jaringan logam dan ligan organik dengan luas permukaan internal yang sangat tinggi. Material ini mampu menyerap dan menyimpan gas alam dalam jumlah besar pada tekanan rendah.

Dalam penerapannya untuk kompor rumah tangga, MOF digunakan pada tabung gas absorber berbasis ANG yang dikembangkan agar lebih aman, lebih ringan, dan berpotensi menekan biaya distribusi dibandingkan tabung LPG.

Curated For You

Editorial Team

Related Article