Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Atur Perjalanan Biar Nyaman, Intip Pola Jam Sibuk LRT Jabodebek
Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Intinya sih...

  • Pola jam sibuk terbaru LRT Jabodebek menunjukkan kepadatan tertinggi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB.

  • Penumpang dengan fleksibilitas waktu bisa menghindari jam sibuk untuk mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

  • LRT Jabodebek mendorong mobilitas yang lebih terencana dengan informasi rute, jadwal, dan tarif tersedia melalui kanal digital resmi untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mobilitas masyarakat Jabodebek pada hari kerja menunjukkan pola yang semakin konsisten.

Pada jam sibuk pagi, arus perjalanan didominasi pengguna dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Sementara itu, pada jam sibuk sore, kepadatan beralih ke stasiun-stasiun pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga.

Bagi penumpang yang mau mengatur perjalanan lebih nyaman, bisa melihat pola jam sibuk untuk mencari alternatif perjalanan dengan LRT Jabodebek.

1. Pola jam sibuk terbaru LRT Jabodebek

Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Berdasarkan data rata-rata pengguna LRT Jabodebek periode Januari 2026, kepadatan tertinggi terjadi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB.

Pada pagi hari, ada lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi:

  1. Stasiun Harjamukti: rata-rata 9.056 pengguna/hari

  2. Stasiun Cikunir 1: rata-rata 4.273 pengguna/hari

  3. Stasiun Cikoko: rata-rata 4.236 pengguna/hari

  4. Stasiun Jati Mulya: rata-rata 3.616 pengguna/hari

  5. Stasiun Bekasi Barat: rata-rata 3.613 pengguna/hari.

Di sore hari, kepadatan beralih ke lima stasiun di pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga. Berikut rinciannya:

  1. Stasiun Dukuh Atas: rata-rata 11.217 pengguna/hari

  2. Stasiun Kuningan: rata-rata 10.275 pengguna/hari

  3. Stasiun Rasuna Said: rata-rata 5.716 pengguna/hari

  4. Stasiun Pancoran: rata-rata 5.192 pengguna/hari

  5. Stasiun Setiabudi: rata-rata 4.333 pengguna/hari.

2. Penumpang dengan fleksibilitas waktu bisa hindari jam sibuk

Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan, pola itu memberi dasar bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih rasional.

“Data ini menunjukkan kapan pengguna berada pada tingkat kepadatan tertinggi. Bagi pengguna yang memiliki fleksibilitas waktu, menghindari jam sibuk bisa berarti mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” kata Radhitya, dikutip Rabu, (11/2/2026).

Selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu.

“Pemilihan waktu dan arah perjalanan mempengaruhi kualitas perjalanan. Dengan memahami pola ini, pengguna bisa menyesuaikan jam berangkat sesuai kebutuhan, sementara kami bisa mengelola layanan secara lebih presisi,” ucap Radhitya.

3. Penumpang didorong merencanakan mobilitas dengan baik

Layanan angkutan LRT Jabodebek. (Dok. LRT Jabodebek)

Melalui data pola perjalanan tersebut, LRT Jabodebek mendorong mobilitas yang lebih terencana, di mana masyarakat tidak hanya menggunakan transportasi publik, tetapi juga mengoptimalkannya sesuai ritme aktivitas masing-masing.

Adapun informasi rute, jadwal, dan tarif tersedia melalui kanal digital resmi LRT Jabodebek untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya.

Editorial Team