KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter)
Sebelumnya, Direktur Utama PT INKA, Bambang Jatmika mengatakan integrasi itu memberikan kepastian proyeksi kebutuhan jangka panjang, yang sebagai fondasi penting bagi penguatan industri manufaktur.
Dengan perencanaan yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat melakukan investasi secara lebih terukur, meningkatkan kemampuan rekayasa, memperkuat penguasaan teknologi, serta mengembangkan kapasitas produksi yang berkelanjutan.
Integrasi itu membawa dampak di dua tingkatan. Secara makro, sinergi itu memperkuat industri strategis nasional dan mendorong investasi di sektor perkeretaapian. Secara mikro, sinergi ini membuka peluang bagi pemasok dan UMKM, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
“Industri perkeretaapian punya efek berganda yang besar. Setiap peningkatan kapasitas produksi kami turut menggerakkan ratusan perusahaan dalam rantai pasok nasional. Mulai dari industri komponen hingga jasa logistik,” ucap Bambang pada Rabu, (22/7).