Dony Oskaria Ungkap PT INKA Rugi Rp670 Miliar

- PT INKA tengah direstrukturisasi Danantara Indonesia dan BP BUMN setelah mencatat kerugian Rp670 miliar, ekuitas negatif, serta pinjaman bermasalah senilai Rp4,7 triliun.
- Dony Oskaria menekankan turnaround serius dengan komitmen tata kelola yang benar, melalui pembenahan model bisnis, budaya kerja, produksi, operasional, teknik, keuangan, dan proses bisnis.
- Transformasi INKA akan dituangkan dalam grand plan terintegrasi untuk memperkuat manufaktur kereta nasional, mendorong industrialisasi dan lapangan kerja, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing global.
Jakarta, IDN Times - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menjadi salah satu BUMN yang tengah dilakukan restrukturisasi kinerja oleh Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan BUMN produsen kereta api itu memiliki kerugian hingga Rp670 miliar.
1. Punya utang hingga Rp4,7 triliun

PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek) Dony mengatakan, PT INKA juga memiliki ekuitas yang negatif, dan unsustain loan senilai Rp4,7 triliun. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perbaikan kinerja (turnaround) yang serius.
“Kita ingin melakukan turnaround. Dan turnaround itu hanya bisa dilakukan kalau kita punya komitmen yang sama ingin membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, dengan governance yang benar,” ucap Dony dikutip Rabu, (16/9/2026).
2. Model bisnis bakal dibenahi

Pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Direksi PT INKA. (dok. BP BUMN) Dony mengatakan, untuk memperbaiki kinerja PT INKA, diperlukan pembenahan berbagai aspek fundamental perusahaan. Mulai dari model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, operasional, teknik, keuangan, hingga proses bisnis.
Seluruh aspek tersebut perlu dituangkan dalam grand plan transformasi yang terintegrasi dan menjadi acuan dalam menjalankan proses perbaikan perusahaan.
3. Prabowo mau RI punya industri kereta api yang maju

PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek) Dia mengatakan, penguatan PT INKA juga memiliki arti strategis bagi pengembangan industri perkeretaapian nasional. Sebagai perusahaan manufaktur kereta api nasional, INKA dinilai memiliki peran penting dalam mendorong industrialisasi sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perbaikan kinerja perusahaan, tetapi mampu membangun INKA sebagai perusahaan manufaktur yang lebih kuat, efisien, dan memiliki daya saing di industri perkeretaapian global.
“Karena saya maunya kayak tadi kan Presiden maunya industri kereta api kita ini betul-betul maju,” tutur Dony.




















