Penyelesaian 9 KRL Buatan PT INKA Molor Lebih dari 1 Tahun

PT INKA terlambat lebih dari satu tahun menyerahkan sembilan rangkaian KRL pesanan KAI Commuter, menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Dari total 16 KRL pesanan KAI kepada PT INKA, tujuh rangkaian telah dikirim; empat kembali beroperasi setelah penarikan pascainsiden anjlok di Stasiun Jakarta Kota.
Pengadaan KRL baru menjadi bagian rencana 35 sarana sejak 2023 untuk meningkatkan kapasitas Jabodetabek dari 1,1–1,3 juta menjadi 2 juta penumpang per hari.
Jakarta, IDN Times - PT INKA (Persero) masih harus memenuhi pemesanan sembilan rangkaian kereta rel listrik (KRL) untuk KAI Commuter. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin mengatakan PT INKA terlambat menyelesaikan pemesanan itu selama lebih dari satu tahun.
"Sembilan unitnya ini belum kita terima, jadi ada keterlambatan lebih dari satu tahun," kata Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026).
1. PT KAI pesan 16 rangkaian KRL dari PT INKA

PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pemeliharaan 31 rangkain kereta (trainset) LRT Jabodebek. (dok. LRT Jabodebek) Secara total, KAI memesan 16 rangkaian KRL buatan PT INKA. Sebanyak tujuh rangkaian sudah dikirim dan dioperasikan oleh PT INKA.
Namun, KCI sempat menarik tujuh rangkaian KRL buatan PT INKA usai insiden anjlok di jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada Jumat, (4/9/2026) lalu. Kemudian, dari tujuh rangkaian, sebanyak empat rangkaian sudah kembali dioperasikan pada Sabtu, (19/9) lalu.
2. KAI proyeksikan punya 35 rangkaian kereta baru sejak 2023

KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter) Bobby mengatakan, pengadaan KRL baru buatan PT INKA termasuk dalam proyeksi pengadan 35 sarana baru yang dicanangkan sejak 2023.
Dari 35 sarana itu, 11 di antaranya adalah KRL baru yang diimpor dari CRRC China, 16 unit KRL baru buatan PT INKA. Sementara delapan unit lainnya yang belum dipesan.
3. KCI ditargetkan angkut 2 juta penumpang per hari

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Penambahan sarana KRL, dan upaya-upaya lainnya termasuk perpanjangan jalur dan penguatan persinyalan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut dari 1,1 juta-1,3 juta penumpang per hari, menjadi 2 juta penumpang per hari.
"Sehingga kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini menuju ke 2 juta penumpang per harinya," tutur Bobby.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















