CEK FAKTA: Dirut Agrinas Mundur Imbas Polemik Impor Mobil India

- Narasi di media sosial menyebut Dirut PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mundur akibat polemik impor mobil India dan telah membayar uang muka Rp7,39 triliun.
- Joao membantah kabar pengunduran dirinya melalui konfirmasi ke IDN Times dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
- Agrinas tetap melanjutkan impor 105 ribu kendaraan dari India meski menuai kritik DPR, dengan klaim efisiensi hingga Rp46,5 triliun dari proyek tersebut.
Jakarta, IDN Times - Beradar narasi di media sosial Instagram yang menyebutkan Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), Joao Angelo De Sousa Mota, mengundurkan diri dari jabatannya, terkait polemik impor mobil India.
Informasi tersebut diunggah akun Instagram WartaIndonesiku, dan diunggah ulang oleh 312 pengguna akun Instagram lainnya. Hingga Senin (16/3/2026), unggahan ini telah dilihat 439 ribu pengguna Instagram.
"Kabar terbaru dari kasus impor 105.000 unit kendaraan asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara: Direktur Utama Joao Mota dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya," tulisnya seperti dikutip IDN Times, Senin.
1. Joao bayar uang muka Rp7,39 triliun sebelum mundur

Dalam narasi itu, Joao juga disebutkan telah membayar uang muka Rp7,39 triliun dari total kontrak Rp24,66 triliun untuk pengadaan pikap dan truk sebelum ia mundur dari jabatannya.
"Yang menjadi pertanyaan besar, keputusan impor ini diduga dilakukan karena adanya tekanan dari pihak TNI," tulisnya.
Di samping itu, perlu juga ada investigasi mendalam untuk memetakan siapa saja pihak yang berada di balik tekanan tersebut.
"Siapa yang bertanggung jawab jika kontrak ini bermasalah? Kasus ini layak didalami hingga ke akar untuk mencari pihak-pihak yang berada di balik tekanan tersebut," tulisanya.
2. Benarkah Joao Angelo De Sousa Mota mundur?

IDN Times mencoba mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada Angelo De Sousa Mota. Melalui pesan singkat kepada IDN Times, ia membantah kabar dirinya mundur dari jabatannya sebagai Dirut PT Agrinas.
"Hoaks itu (kabar dirinya mundur)," ujarnya singkat.
3. Bos Agrinas respons desakan impor mobil India ditunda

PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) melakukan impor 105 ribu unit mobil dari India, untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kebijakan ini menuai gelombang kritik dari masyarakat dan parlemen. DPR mendesak agar kebijakan ini ditunda.
Sementara, Joao Angelo De Sousa Mota mengklaim, pihaknya mampu melakukan efisiensi hingga Rp46,5 triliun dari pengadaan 105 ribu unit kendaraan pikap dan truk ringan dari India.
Adapun efisiensi tersebut berasal dari anggaran pengadaan sarana dan prasarana perseroan yang diperoleh dari pinjaman bank-bank anggota Himbara sebesar Rp200 triliun.
"Secara singkat saja bahwa dengan pengadaan sarana-prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp46,5 triliun," kata Joao dalam jumpa pers di Yodya Tower, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Joao, selama ini yang menolak impor pikap adalah individu-individu, bukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
"Yang menolak ini siapa? karena saya ini kan BUMN. Saya pasti taat kepada pemerintah dan taat kepada pemerintah dan rakyat jadi kami hanya setia kepada negara dan rakyat, tidak kepada individu atau kelompok tertentu," kata Joao.
Kendati, Joao memastikan jika pemerintah memutuskan menghentikan impor pikap, maka ia juga akan mematuhi perintah tersebut.
"Selama negara berpihak mendukung apa yang kami lakukan akan kami laksanakan, tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko yang tadi saya sudah sampaikan," ujar Joao.
Kesimpulan: kabar mundurnya Joao Angelo De Sousa Mota dari jabatannya sebagai Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara merupakan informasi hoaks alias tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.















